- Israel Robohkan Rumah Warga Palestina yang Tewas dalam Bentrokan
- Dibuka, Beasiswa Guru dan Tendik 2026
- Menko PM: Baznas Solusi Pemberdayaan
- RZ Tebar 20 Ribu Liter Air di Indramayu
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah
- RZ Kirim Hotmeals ke Pengungsi Sudan
- BSI Raih Penghargaan untuk Green Zakat
- Palestina, Muhammadiyah Siapkan Program Pemberdayaan
- BAZNAS Majalengka Tebar Beasiswa Stimulan
- MAIWP Malaysia Salur Zakat ke 600 Pengantin Mustahik
IZI Ringankan Biaya Pengobatan Ghaitsa, Pejuang Kecil Down Syndrome

Keterangan Gambar : dok: Izi.or.id
Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali menyalurkan bantuan kesehatan kepada keluarga dhuafa. Pada kesempatan kali ini, bantuan diberikan kepada Ghaitsa Camila (3), putri bungsu dari pasangan Sarip Hidayat (53) dan Nopi Sufiati (46) yang tinggal di hunian kontrakan sederhana di Jakarta.
Sejak lahir, Ghaitsa didiagnosa mengidap Down Syndrome dan memiliki riwayat penyakit penyerta yang cukup kompleks. Berat badannya sulit naik, bahkan sejak bayi hanya bertambah sekitar 1 ons per bulan. Setelah beberapa kali dirujuk dari puskesmas hingga ke RS Persahabatan, akhirnya Ghaitsa menjalani pengobatan lanjutan di RSCM. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cairan pada jantungnya. Hingga kini, ia rutin menjalani kontrol dan terapi hingga 4 kali dalam seminggu, terdiri dari dua kali kontrol poli dan dua kali terapi.
Selain itu, Ghaitsa membutuhkan beberapa penunjang pengobatan, di antaranya tes genetik/kromosom seharga Rp1,7 juta, vaksin PCV pneumonia Rp1,4 juta, serta stroller baru karena stroller lama yang biasa digunakan sudah rusak dan tidak layak pakai. Stroller ini sangat penting untuk membantu mobilitasnya saat berobat karena kondisi kakinya membutuhkan posisi khusus.
Baca Lainnya :
- WIZ Parigi Santuni Nadzjwa, Penderita Leukemia0
- DT Peduli Safari Dakwah di Jawa Timur0
- BKPRMI dan DT Peduli Ajak Yatim Wisata Bahagia0
- Laznas WIZ Salurkan Mushaf Al-Quran dan Buku Iqra0
- Rumah Yatim Bantu Biaya Hidup Lansia Prasejahtera di Garut0
Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga terbilang sangat terbatas. Sarip bekerja sebagai optik keliling dengan penghasilan yang tidak menentu, bila ada yang pesan sarip mendapkatkan keuntungan sekitar Rp100–300 ribu. Dari penghasilan tersebut, ia harus mengatur kebutuhan keluarga sehari-hari, sementara Nopi fokus sebagai ibu rumah tangga yang mendampingi perawatan Ghaitsa.
Dalam keterbatasan yang dialami, IZI menyalurkan bantuan kesehatan sebesar Rp1.000.000 untuk meringankan biaya pengobatan Ghaitsa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga kecil ini dalam memenuhi kebutuhan terapi dan pengobatan sang buah hati tercinta.
Kontribusi: Khesya Putri Pratama Dhavira
Editor: MAS
Sumber: Izi.or.id







.png)



.png)
.png)