Panduan Bayar Zakat Akhir Tahun

By Athifa Arka Shabira 09 Okt 2026, 06:07:40 WIB Z-Spirit
Panduan Bayar Zakat Akhir Tahun

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rumahzakat.org


Zakat akhir tahun merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap muslim yang hartanya telah memenuhi syarat wajib zakat. Zakat ini dikeluarkan pada akhir tahun, baik berdasarkan perhitungan kalender Hijriah maupun Masehi, atas harta yang telah dimiliki selama satu tahun penuh atau mencapai haul .

Apa Itu Zakat Akhir Tahun?

Zakat akhir tahun adalah zakat yang dibayarkan di akhir tahun atas harta yang telah dimiliki selama kurun waktu satu tahun dan telah mencapai nisab atau batas minimum tertentu. Harta yang wajib dizakati meliputi uang tunai, tabungan, investasi, emas, perak, saham, serta aset perdagangan .

Baca Lainnya :

Syarat Wajib Zakat

Sebelum menghitung zakat, terdapat dua syarat utama yang harus dipenuhi:

1. Mencapai Nisab: Harta telah mencapai batas minimum yang ditetapkan syariat. Untuk zakat maal dan zakat penghasilan, nisab umumnya setara dengan 85 gram emas .

2. Mencapai Haul: Harta telah dimiliki dan tersimpan selama satu tahun penuh. Ketentuan haul ini berlaku untuk zakat emas, tabungan, dan perdagangan, sedangkan zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan saat menerima gaji .


Cara Menghitung Zakat Akhir Tahun

Secara umum, rumus standar untuk menghitung zakat harta adalah:

Jumlah Zakat = 2,5% × Total Harta yang Wajib Dizakati 

Berikut rincian perhitungan berdasarkan jenis harta:

1. Zakat Tabungan dan Simpanan

Untuk tabungan, deposito, atau simpanan lainnya yang telah mencapai nisab 85 gram emas dan tersimpan selama satu tahun, zakat dihitung dari saldo akhir. Jika disimpan di bank syariah, rumusnya adalah saldo akhir × 2,5%. Sementara jika di bank konvensional, bunga harus dikurangkan terlebih dahulu: (saldo akhir - bunga) × 2,5% .

2. Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan dihitung dari total kekayaan usaha yang meliputi modal yang diputar, keuntungan, dan piutang lancar, kemudian dikurangi utang jangka pendek. Rumusnya:

(Aset usaha + kas + piutang) - utang jangka pendek = total bersih

Zakat = total bersih × 2,5% 

Sebagai contoh, jika total kekayaan usaha setelah dikurangi utang adalah Rp200 juta, maka zakatnya sebesar Rp200.000.000 × 2,5% = Rp5.000.000 .

3. Zakat Saham

Untuk saham yang telah mencapai nisab 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun, zakat dihitung dari nilai pasar saham pada akhir tahun ditambah dividen (jika ada), kemudian dikurangi utang yang jatuh tempo. Zakatnya sebesar 2,5% dari nilai bersih tersebut .

4. Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan apabila penghasilan telah mencapai nisab bulanan, yaitu setara dengan 1/12 dari 85 gram emas. Besaran zakatnya adalah 2,5% dari penghasilan .

Waktu Pembayaran yang Tepat

Zakat akhir tahun sebaiknya ditunaikan tepat waktu, tidak ditunda-tunda. Waktu terbaik adalah setelah harta mencapai haul, baik mengikuti kalender Hijriah maupun Masehi. Bagi perusahaan yang menggunakan tahun buku Masehi, perhitungan zakat dapat disesuaikan dengan periode tersebut .

Tips Menunaikan Zakat Akhir Tahun

Pertama, pastikan perhitungan dilakukan dengan cermat dan benar agar validitas zakat terjaga. Kedua, jika masih ragu atau kurang memahami perhitungannya, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli zakat atau ulama terpercaya. Ketiga, salurkan zakat melalui lembaga amil zakat yang kredibel agar tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerimanya .

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.rumahzakat.org 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment