- DD Tebar Kurban di Pelosok Jatim
- Ribuan Haji Aceh Nikmati Dana Wakaf
- IZI Supervisi Pemanfaat Lapak Berkah
- IZI Antar Mustahik ke Brebes
- IZI dan LAZ FK Unand Bantu Gaza
- BAZNAS Lampung Digitalisasi Kurban Berdayakan Desa
- BAZNAS Semarang Buka Sedekah Daging Kurban
- BAZNAS Ambon Salurkan Sembako untuk Guru Honorer
- Kurban LAZ Persis Makmurkan Peternak
- Lazisnu Berdayakan UMKM Lampung
Ribuan Haji Aceh Nikmati Dana Wakaf

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Bwi.go.id
Keberkahan wakaf produktif kembali dirasakan oleh jemaah haji asal Aceh di Tanah Suci. Pada musim haji 2026, sebanyak 5.426 jemaah memperoleh dana manfaat dari Wakaf Baitul Asyi yang nilainya mencapai 2.000 riyal atau sekitar Rp9,2 juta per orang. Wakaf tersebut merupakan amanah yang diwariskan sejak lebih dari dua abad silam.
Program ini menjadi bukti bahwa wakaf yang dikelola secara berkelanjutan mampu menghadirkan manfaat lintas generasi. Berawal dari niat tulus seorang wakif, aset tersebut kini berkembang menjadi kekuatan ekonomi umat yang terus memberikan dampak nyata.
Wakaf Baitul Asyi berasal dari harta peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Asyi yang diwakafkan pada tahun 1809 M. Nazir Wakaf Baitul Asyi, Dr. Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu, menyampaikan bahwa keberlangsungan aset wakaf itu tidak lepas dari pengelolaan yang amanah serta dukungan pemerintah Arab Saudi dalam menjaga aset tersebut.
Baca Lainnya :
- Dhuafa Berdaya Berkat Greenhouse BWI 0
- Jadikan Wakaf Pilar Ekonomi Daerah0
- PCNU Indramayu Dapat Sertifikat Wakaf0
- Wakaf, Solusi Kebencanaan Global0
- Wakaf Al-Quran Sinar Mas Perluas Akses Umat0
“Wakaf ini dijaga Allah, juga kerajaan Arab Saudi. Di bawah kekuasaan mereka sebagai yang diberi amanah, menjaga dan memberikan amanah kepada orang yang layak mengendalikannya,” kata Syaikh Baltu di Mekkah.
Ia menegaskan bahwa wakaf tersebut tetap terpelihara karena berada di bawah pengawasan pihak yang dipercaya untuk mengelolanya secara bertanggung jawab. Pengelolaan wakaf juga terus diwariskan kepada para nazir yang dinilai mampu menjaga tujuan awal sang wakif.
Dari aset awal berupa sebuah rumah yang diwakafkan di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Mekkah sekitar 220 tahun lalu, kini nilai pengembangannya telah mencapai lebih dari 200 juta riyal atau setara Rp5,2 triliun. Perkembangan ini menjadi contoh nyata keberhasilan wakaf produktif yang dikelola secara profesional dan berorientasi jangka panjang.
Saat ini, aset wakaf tersebut berkembang menjadi sejumlah properti strategis di kawasan Mekkah, di antaranya Hotel Ajyad setinggi 25 lantai yang berada sekitar 500 meter dari Masjidil Haram, serta Menara Ajyad setinggi 28 lantai dengan jarak sekitar 600 meter dari pusat ibadah umat Islam tersebut.
Kedua bangunan itu memiliki kapasitas lebih dari 7.000 orang dan menjadi sumber utama pengembangan manfaat wakaf bagi masyarakat Aceh, khususnya jemaah haji.
Dalam ikrar awalnya, Habib Bugak Asyi menetapkan bahwa manfaat wakaf diperuntukkan bagi jemaah haji asal Aceh dan masyarakat Aceh yang tinggal di Mekkah. Dahulu, manfaat tersebut diberikan dalam bentuk penginapan gratis.
Namun seiring perubahan pengelolaan aset yang kini disewakan secara komersial, manfaat wakaf dialihkan dalam bentuk uang tunai kepada para jemaah haji Aceh. Dana kompensasi itulah yang diterima ribuan jemaah pada musim haji tahun ini.
Kisah Wakaf Baitul Asyi menjadi gambaran nyata bahwa wakaf yang dikelola dengan baik dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi umat. Dari sebuah aset sederhana, wakaf mampu tumbuh menjadi sumber kesejahteraan yang terus dirasakan hingga ratusan tahun kemudian.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.bwi.go.id









.png)
.png)