- Sri Mulyani Pimpin Donatur Negara Miskin
- Beasiswa BSI Scholarship Talenta Dibuka
- 977 Mustahik Aceh Siap Jadi Muzaki
- 100 Ribu Pekerja Dapat Jamsos Baznas
- Fadhilah Sedekah Jumat di Rabiul Akhir
- PBB: Ini 214 Korporasi Penghancur Palestina
- Peserta Beasiswa Baznas Terserap Kerja
- RZ Bantu Guru Ngaji di Banten
- Meningkatkan Mutu Ibadah Rabiul Akhir
- Zakat Rp500 M, Amil Wajib Profesional
977 Mustahik Aceh Siap Jadi Muzaki

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kemenag.go.id
Dari 977 penerima BLT, Kampung Zakat Alue Deah Teungoh diarahkan bukan sekadar menjadi tempat penyaluran bantuan, tetapi menjadi ruang pemberdayaan agar masyarakat perlahan mampu berdiri secara ekonomi dan kelak bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.
Gagasan tersebut menjadi semangat utama Grand Opening Kampung Zakat Tahun 2026 yang diinisiasi Kankemenag Kota Banda Aceh di Tsunami Escape Building Area, Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Rabu (30/9/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari Program Kampung Zakat Nasional 2026 Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI.
Baca Lainnya :
- Peserta Beasiswa Baznas Terserap Kerja0
- Zakat Baznas Sumut Melonjak Rp11,5 M0
- Bluebird dan RZ Tebar Sembako di Bogor0
- RZ Buka Pos Segar di Lokasi Karhutla0
- Baznas Majalengka Perkuat Pemberdayaan Petani0
Kakankemenag Kota Banda Aceh Dr H Salman SPd MAg, mengatakan, program Kampung Zakat harus diarahkan pada pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi masyarakat, bukan berhenti pada penyaluran bantuan.
Salman juga menekankan pentingnya kepedulian dan kolaborasi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Menurut dia, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan, tetapi harus menjadi instrumen pemberdayaan agar masyarakat penerima manfaat secara bertahap mampu mandiri. "Harapannya, jumlah mustahik terus berkurang dan semakin banyak masyarakat yang mampu menjadi muzaki," tegas dia.
Ketua Panitia sekaligus Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kota Banda Aceh, Syarifah Zaitunsari SPdI MEd, menjelaskan Alue Deah Teungoh dipilih berdasarkan hasil survei dengan mempertimbangkan potensi lokal, kesiapan kolaborator, serta kebutuhan masyarakat terhadap program pemberdayaan berkelanjutan.
Berdasarkan pemetaan, terdapat 977 penerima BLT di wilayah tersebut. Melalui Kampung Zakat, mereka diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. "Program ini merupakan implementasi nyata dari sinergi regulasi dan kolaborasi," ujar dia.
Program ini didukung sembilan lembaga amil zakat. Kankemenag Kota Banda Aceh juga menyalurkan zakat melalui Rumah Zakat sebesar Rp20 juta untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Kampung Zakat Alue Deah Teungoh.
Syarifah berharap Kampung Zakat dapat terus dikembangkan hingga hadir di lima wilayah lainnya.
Grand opening dibuka Asisten I Pemerintah Kota Banda Aceh Bachtiar SSos MSi. Turut dihadiri Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Aceh Dr H Zulfikar SAg MAg, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab SPdSPd, Kasubbag TU Kankemenag Banda Aceh Kusnadi SAg MA, para kepala seksi, Ketua Baitul Mal, Perwakilan LAZ, Kepala KUA se-Kota Banda Aceh, Geuchik Gampong, Imam Gampong, unsur Tuha Peut, serta masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Banda Aceh turut menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Pemberdayaan ekonomi melalui zakat diharapkan melahirkan kemandirian—dari mustahik hari ini, tumbuh muzaki di kemudian hari.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.kemenag.go.id











.png)
.png)