- Optimalisasi Wakaf Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Islam (3)
- Optimalisasi Wakaf Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Islam (2)
- Baznas Tangerang Berbagi Program Z-Mart
- Zakat, Infak dan Sedekah Dalam Sistem Ekonomi Syariah (2)
- Zakat, Infak dan Sedekah Dalam Sistem Ekonomi Syariah (1)
- Optimalisasi Wakaf Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Islam (1)
- Yang Karam di Ujung September
- MPR Apresiasi Dukungan Palestina Menguat di PBB
- Memahami Filantropi Islam di Tengah Perubahan Zaman
- ZSF Nigeria Tebar Zakat ke 2.916 Mustahik
Baznas Tangerang Berbagi Program Z-Mart

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Antaranews.com
Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang meluncurkan program Z-Mart dan
Z-Corner sebagai langkah untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil
Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Danni Budianto Saragih di Tangerang, Jumat,
menjelaskan bahwa Z-Mart dan Z-Corner merupakan bagian dari program
pendayagunaan zakat di sektor ekonomi. Program tersebut juga melengkapi
sejumlah program BAZNAS yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan.
Danni
menjelaskan, Z-Mart ditujukan secara khusus bagi mustahik yang sudah memiliki
rintisan usaha, seperti warung kecil di rumah. Namun, mereka masih membutuhkan
tambahan modal dan pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.
Baca Lainnya :
- Zakat dan Eksyar Riau Bangkit0
- BAZNAS dan BSN Perkuat ZIS Digital0
- UMKM Kalsel Raih Sertifikat Halal0
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah 0
- Zakat Produktif Dongkrak UMKM Babel0
Bantuan
yang diberikan kepada setiap mustahik berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Bantuan tersebut juga disertai pembinaan serta pemantauan terhadap perkembangan
usaha.
"Substansi
zakat itu adalah bagaimana kita merubah mustahik, orang miskin yang kita
intervensi dari awal, mereka berubah menjadi mandiri. Kemudian yang paling
mulia tentunya nanti ketika berubah menjadi muzaki," kata Danni dalam
acara peluncuran di Masjid Raya Al Azhom.
Pada
tahap awal pelaksanaan program, sebanyak 10 mustahik mendapatkan pemberdayaan.
BAZNAS memberikan dukungan modal dengan total Rp100 juta yang akan digunakan
untuk mendukung pengembangan usaha para mustahik. Proses tersebut tetap
disertai pemantauan dan pendampingan.
Danni
menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya bergantung pada
jumlah modal yang diberikan. Menurut dia, pendamping yang memiliki pemahaman
mengenai bisnis juga berperan penting dalam membantu mustahik mengembangkan
usahanya.
Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari menentukan barang yang paling dibutuhkan masyarakat, menyusun strategi belanja, hingga memantau perkembangan usaha secara berkala. “Pada 2026, BAZNAS Kota Tangerang menargetkan sekitar 46 Z-Mart dapat beroperasi melalui berbagai skema pemberdayaan,” ujar dia.
Wali
Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, program Z-Mart dan Z-Corner menjadi salah
satu langkah penting untuk mendorong perubahan status mustahik menjadi muzaki.
Menurut
dia, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan dengan memberikan bantuan
semata. Penerima manfaat juga perlu didorong agar mampu mengembangkan usaha
sehingga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan mereka.
"Bagaimana
kita bisa mengubah ke depan mustahik menjadi muzaki, karena prinsip bahwa
memberi itu lebih baik daripada menerima," ujar Sachrudin.
Editor:
MAS
Sumber: www.antaranews.com











.png)
.png)