- Dibuka, Beasiswa Guru dan Tendik 2026
- Menko PM: Baznas Solusi Pemberdayaan
- RZ Tebar 20 Ribu Liter Air di Indramayu
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah
- RZ Kirim Hotmeals ke Pengungsi Sudan
- BSI Raih Penghargaan untuk Green Zakat
- Palestina, Muhammadiyah Siapkan Program Pemberdayaan
- BAZNAS Majalengka Tebar Beasiswa Stimulan
- MAIWP Malaysia Salur Zakat ke 600 Pengantin Mustahik
- Bank Aceh Syariah Berzakat Rp400 Juta
UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Penyaluran zakat dinilai tidak cukup jika hanya berhenti sebagai bantuan konsumtif. Melalui program Zakat Berkah UMKM Merdeka, sebanyak 21 penerima manfaat di Kabupaten Bone mendapat dukungan untuk mengembangkan usaha, dengan harapan bantuan tersebut dapat menjadi pijakan menuju kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sembako kepada 20 penerima manfaat, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bone Zaenal Abidin, S.H.I., Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bone yang diwakili Muhammad Natsir, S.T., Ketua WIZ Bone Nasruddin, S.Pd., Koordinator Program Riki Rinaldi, M.H., serta pemateri Hj. Faridah, S.T., M.E.
Ketua WIZ Bone, Nasruddin, S.Pd., menekankan bahwa penerima manfaat tidak semestinya terus berada pada posisi sebagai penerima bantuan. Menurut dia, dukungan yang diberikan perlu dimanfaatkan untuk membangun usaha dan perlahan menciptakan kemampuan untuk membantu orang lain. "Hari ini kita menjadi penerima manfaat. Insyaallah, suatu saat nanti kita bisa menjadi donatur dan membantu orang lain," ujar dia.
Baca Lainnya :
- Zakat Produktif Dongkrak UMKM Babel0
- Ini Cara Beli Kurban di Transmart0
- BPRS Baiturridha Berzakat Rp890 Juta0
- BAZNAS dan Blibli Hadirkan Program Paket Ramadan Bahagia0
- Tokopedia dan LAZISNU Salurkan Paket Buka Puasa 0
Sementara itu, Zaenal Abidin menyebut pemberdayaan masyarakat melalui zakat dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah perlu diperkuat agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat sesaat. "Ke depan, kita tinggal memperkuat kolaborasi. Insyaallah, kami dari Kementerian Agama siap untuk bersinergi," kata dia.
Pemberian dukungan usaha tersebut juga menunjukkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan, yakni bagaimana memastikan bantuan produktif benar-benar mampu menghasilkan perubahan ekonomi bagi penerima. Dukungan modal perlu diikuti dengan pengetahuan pengelolaan usaha, kemampuan membaca pasar, pencatatan keuangan, serta pendampingan agar usaha tidak berhenti setelah bantuan diterima.
Koordinator Program WIZ Bone, Riki Rinaldi, M.H., menyampaikan bahwa program tersebut diarahkan untuk menghadirkan manfaat zakat secara berkelanjutan. Sementara materi penguatan dan motivasi diberikan Hj. Faridah, S.T., M.E., Ketua UPZ Watampone sekaligus General Manager Surya Indah, sebagai bagian dari pembekalan bagi penerima manfaat dalam mengembangkan usaha.
Program pemberdayaan semacam ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan penerima manfaat meningkatkan pendapatan dan mempertahankan usahanya. Jika proses tersebut berjalan konsisten, zakat berpotensi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mendorong masyarakat bergerak dari penerima manfaat menuju kelompok yang lebih mandiri dan mampu berbagi dengan sesama.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id






.png)



.png)
.png)