- Macklemore Tur Dunia Bela Palestina
- Ini Beasiswa dan Magang IPB-McD
- Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir
- Ada Beasiswa Tunisia di NTB
- Wakaffee, Inovasi Wakaf Produktif ITS
- Pemkab Purworejo Bagikan Hibah Rp4,9 M
- Ini Syarat Beasiswa Jakarta Unggul
- Bangun Masjid, Mentan Wakaf Rp1 Triliun
- Lima Rahasia Berkah Bulan Rabiul Akhir
- Ke Baznas, Palestina Ungkap Kondisi Kritis
Ada Beasiswa Tunisia di NTB

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Beritasatu.com
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas jejaring ekonomi internasional dengan membuka peluang kerja sama bersama Tunisia. Investasi, pariwisata, pendidikan, hingga kolaborasi riset menjadi sejumlah sektor yang dibahas Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi.
Pertemuan tersebut membuka peluang masuknya investasi Tunisia ke sejumlah sektor potensial di NTB. Pemprov NTB juga menawarkan ekosistem investasi yang tengah dikembangkan untuk mempermudah investor menjalankan bisnis di daerah.
Salah satu instrumen yang disiapkan adalah NTB Capital. Perusahaan induk daerah tersebut diproyeksikan menjadi penghubung antara potensi dan aset NTB dengan kebutuhan investor serta jejaring modal dari dalam maupun luar negeri.
Baca Lainnya :
- Gubernur Papua: Perluas Manfaat Zakat0
- Lembaga Keagamaan Cilegon Dapat Hibah0
- Makassar Menuju Kota Filantropi0
- Donasi Kebakaran Wonosobo Rp185 Juta0
- Pemkab Kendal Tebar Hibah ke 14.273 Ustaz0
"Ini memang diniatkan untuk membantu para investor yang masuk. Beliau juga mengajak berbicara mengenai beasiswa dan keinginan beliau memfasilitasi beasiswa ke Tunisia," kata Iqbal, Sabtu (26/9/2026).
Menurut dia, kerja sama dengan Tunisia juga dapat dikembangkan di bidang pendidikan dan penelitian. Ia menawarkan NTB sebagai ruang kolaborasi untuk riset penyakit tropis dan maritim.
"Kita juga menawarkan kalau pihak Tunisia ingin mendalami penyakit-penyakit tropis, karena kedokteran kita cukup bagus di isu-isu tropis dan maritim," ujar dia.
Selain destinasi wisata, NTB juga menawarkan sejumlah produk lokal yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama perdagangan dan promosi, termasuk kopi.
Pertemuan tersebut diharapkan berlanjut pada pembahasan teknis agar berbagai potensi yang telah dipetakan dapat direalisasikan dalam bentuk kerja sama konkret.
Trabelsi menilai peluang kerja sama antara Tunisia dan NTB masih terbuka luas. Selain investasi dan pariwisata, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu sektor yang dinilai potensial.
Tunisia juga menawarkan 80 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Negara di Afrika Utara tersebut memiliki bidang pendidikan yang berkembang antara lain teknik, teknologi digital, kesehatan, dan pertanian.
"NTB punya banyak bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan, mulai dari pertambangan, pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia," kata Trabelsi.
Ia mengatakan Tunisia telah menerima mahasiswa asal Indonesia dan berencana meningkatkan kerja sama melalui program pertukaran mahasiswa.
"Tunisia banyak menerima mahasiswa dari Indonesia karena kami menawarkan 80 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Ke depannya kita akan meningkatkan kerja sama khususnya di pertukaran mahasiswa," ujar dia.
Iqbal berharap hubungan NTB dengan Tunisia tidak berhenti pada hubungan diplomatik, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memberi manfaat langsung bagi daerah.
"Ini kita konkretkan agar tidak hanya berhenti pada hubungan diplomatik, tetapi berkembang menjadi akses investasi, pasar, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi daerah," kata Iqbal.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.beritasatu.com










.png)
.png)