Ke Baznas, Palestina Ungkap Kondisi Kritis

By Revolusioner 26 Sep 2026, 05:55:09 WIB Palestina
Ke Baznas, Palestina Ungkap Kondisi Kritis

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id


Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, H.E. Mahmoud Sidqi Al-Habbash, mengungkap dia bahwa kondisi kritis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Palestina akibat krisis kemanusiaan masih terjadi. Yakni pada situasi terkini per September 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Penyediaan Bantuan Kemanusiaan dan Sosial untuk Negara Palestina, di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (25/6/2026). MoU ini adalah lanjutan dari Nota Kesepahaman sebelumnya. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattiri.

"Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini," jelas dia.

Baca Lainnya :

Dia memaparkan eskalasi krisis yang belum mereda telah menyebabkan jutaan masyarakat kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok dasar sehari-hari.

"Saat ini lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, tanpa air minum yang layak, tanpa pengobatan, tanpa listrik, dan tanpa layanan dasar," ujar dia.

Tak hanya di Gaza, kata dia, kondisi memprihatinkan juga terjadi di Tepi Barat akibat pengrusakan kamp pengungsian serta perintangan akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Oleh karena itu, penyaluran bantuan kemanusiaan seperti pasokan makanan, air bersih, pengobatan, pendidikan, hingga fasilitas hunian darurat harus terus diupayakan bersama.

Menanggapi hal tersebut, MoU dengan BAZNAS RI diharapkan dapat memastikan seluruh proses penyaluran bantuan masyarakat Indonesia berjalan semakin transparan, cepat, dan tepat sasaran.

Pihaknya juga memastikan akan mengawasi pelaksanaan bantuan tersebut agar dapat sampai kepada masyarakat Palestina. Dia berharap dukungan Indonesia dan kerja sama kemanusiaan melalui BAZNAS dapat terus berlanjut hingga terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, Mahmoud juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto terkait dukungannya untuk Palestina. Mahmoud mengatakan, sikap tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat diapresiasi oleh rakyat Palestina.

"Salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan juga dari rakyat Palestina kepada Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan juga kepada rakyat Indonesia," ujar dia.

BAZNAS RI menandatangani MoU bersama Komite Bantuan Kepresidenan Palestina sebagai upaya untuk memperkuat penyaluran dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dalam agenda peresmian, Jumat (25/9/2026).

Melalui kerja sama ini, BAZNAS RI berkomitmen mengoptimalkan penggalangan dana serta memastikan penyaluran bantuan di sektor kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan berjalan secara transparan dan tepat sasaran.

"Jadi setelah MoU ini, dan insya Allah kita akan segera tindak lanjuti MoU ini dengan program-program bantuan, tetapi yang lebih penting lagi adalah kita nanti akan expose secara maksimal dan masif informasi tentang situasi di Palestina saat ini," jelas Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., yang menghadiri agenda tersebut.

Menurut dia, penandatanganan nota kesepahaman ini juga menjadi momentum penting untuk memperbarui informasi serta gambaran kondisi terkini yang dihadapi masyarakat Palestina di lapangan.

Kesepakatan tersebut, kata Sodik, juga mencakup komitmen pertukaran informasi, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan berkala untuk memastikan seluruh program bantuan berjalan secara akuntabel. "Kami terus akan komitmen membantu rakyat Palestina karena ini adalah amanah dari rakyat dan amanah dari negara," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, H.E. Mahmoud Sidqi Al-Habbash, menyebut MoU antara Komite Bantuan Kepresidenan Palestina dan BAZNAS RI menjadi pijakan penting untuk memastikan bantuan dari Indonesia tersalurkan secara cepat dan akuntabel di tengah krisis kemanusiaan yang masih melanda Palestina.

Kerja sama ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak di lapangan, khususnya ketersediaan logistik pangan hingga pasokan obat-obatan.

"Kami berkomitmen untuk memastikan bantuan ini sampai secara transparan, jelas, dan cepat kepada warga yang berhak menerima. Oleh karena itu, hari ini kita menandatangani MoU dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Indonesia," ujar dia.

Turut hadir Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, beserta delegasi lainnya.

Dari BAZNAS RI, turut hadir Pimpinan Organisasi, Lembaga, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, MA., Sekretaris Utama H. Subhan Cholid, Lc., MA., Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, Direktur Pendayagunaan Eka Budhi Sulistyo, serta Kepala BMKP dan Plh. Kabiro Kerja Sama dan Protokoler Ndari Rumi Widyawati.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.baznas.go.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment