Xi: Palestina Kunci Damai Timur Tengah

By Revolusioner 15 Sep 2026, 07:35:17 WIB Palestina
Xi: Palestina Kunci Damai Timur Tengah

Keterangan Gambar : Foto: Asistensi AI


Presiden China Xi Jinping menegaskan isu Palestina tetap menjadi persoalan utama dalam setiap upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Xi kepada para pemimpin BRICS dalam sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, Sabtu (12/9/2026).

Pernyataan Xi tersebut tercantum dalam teks lengkap pidatonya yang dirilis Kementerian Luar Negeri China. "Masalah Palestina selalu menjadi inti dari persoalan Timur Tengah," ujar Xi dalam naskah resmi pidatonya seperti dikutip Palestine Chronicle.

Dia mengatakan penyelesaian konflik Palestina dan Israel membutuhkan implementasi solusi dua negara. "Jalan keluar mendasar adalah mengimplementasikan solusi dua negara (two-state solution) dan mewujudkan koeksistensi damai antara Palestina dan Israel," tambah Xi.

Baca Lainnya :

Gencatan Senjata

Xi menilai perang yang masih berlangsung telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat di Timur Tengah dan kawasan Teluk. Menurut dia, kondisi tersebut juga tidak sejalan dengan kepentingan komunitas internasional.

"Situasi di Timur Tengah dan kawasan Teluk terus berkembang, dan perang ini telah menyebabkan kerugian serius bagi rakyat di negara-negara kawasan tersebut," tegas Xi. "Hal ini juga bertentangan dengan kepentingan bersama masyarakat internasional."

Xi juga mengingatkan kembali proposal empat poin yang pernah diajukan China untuk menjaga dan mendorong perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah. "Proposal empat poin saya ditujukan untuk menyerukan peredaan ketegangan, penghentian pertempuran, dan pemajuan perdamaian," kata dia.

Dia meminta seluruh pihak tetap mengutamakan jalur politik untuk mengakhiri konflik secara menyeluruh. "Pihak-pihak terkait harus tetap berkomitmen pada penyelesaian politik dan bekerja menuju pencapaian gencatan senjata yang permanen dan menyeluruh."

Menurut Xi, upaya perdamaian tidak cukup hanya menghentikan pertempuran untuk sementara. Akar persoalan yang memicu ketidakstabilan kawasan juga harus diselesaikan.

"Penting untuk menyelesaikan akar penyebab, membangun kembali rasa saling percaya antarnegara kawasan, dan membangun arsitektur keamanan baru," kata Xi.

China, tambah dia, siap berkoordinasi dengan negara-negara anggota BRICS lainnya untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah dan kawasan Teluk. "Memainkan peran yang seharusnya dalam mewujudkan perdamaian dan ketenangan di kawasan Timur Tengah dan Teluk," kata dia.

Xi juga menyerukan negara-negara BRICS menjadi "pelopor dalam menjaga perdamaian dan stabilitas". Dia menilai blok tersebut perlu mengambil sikap tegas terhadap perang dan politik kekuasaan.

"Dunia saat ini jauh dari kata damai, dan elemen perubahan serta gejolak semakin jelas terlihat. Negara-negara BRICS harus berdiri teguh, menegakkan keadilan, serta bekerja untuk menghapus perang dan menjaga perdamaian," tutur Xi.

Dia meminta negara-negara anggota menolak "mentalitas Perang Dingin dan konfrontasi blok". Xi juga menentang pelanggaran kedaulatan nasional serta campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain.

Presiden China itu mengajak BRICS berperan konstruktif dalam menangani berbagai krisis internasional. Menurut dia, BRICS perlu memberikan "kontribusi khas" dalam mencari solusi yang tidak hanya menghentikan kekerasan, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan.

Xi juga mengumumkan China akan memegang Presidensi bergilir BRICS pada 2027. China sekaligus akan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.

Deklarasi New Delhi

Sementara itu, Deklarasi New Delhi kembali menegaskan sikap BRICS mengenai persoalan Palestina. Dalam deklarasi tersebut, negara-negara anggota BRICS menyatakan "penolakan tegas" terhadap pengungsian paksa warga Palestina serta berbagai upaya untuk mengubah karakter geografis maupun demografis wilayah pendudukan Palestina.

Deklarasi itu juga mendesak penghentian kekerasan Israel di Gaza yang disebut sebagai genosida yang sedang berlangsung. Para anggota BRICS juga menyampaikan dukungan terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) serta keanggotaan penuh Negara Palestina di PBB.

Para pemimpin BRICS turut menyatakan keprihatinan mendalam atas meluasnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Mereka menyerukan penahanan diri secara maksimal, dialog, dan diplomasi untuk meredakan ketegangan.

BRICS yang telah diperluas saat ini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Secara akumulatif, negara-negara tersebut mewakili sekitar separuh populasi dunia, 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global, dan 26 persen perdagangan dunia.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.republika.co.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment