- BWI Bangun Ekosistem Riset Wakaf
- PM Inggris: Setop Derita Palestina
- Ini Dia Beasiswa Madrasah untuk Guru
- Mendikti Perintahkan Kampus Dirikan UPZ
- Baznas Cari Wartawan Hilang di Krakatau
- Wakaf Jadi Solusi Kebencanaan
- Perkuat Literasi Filantropi Gen Z
- LAZ MKU Sleman Cetak Mustahik Mandiri
- Pacquiao, Menteri Urusan Kemiskinan
- Turki Kirim Bantuan Rp25 M ke Lebanon
PM Inggris: Setop Derita Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Asistensi AI
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan bahwa dia tidak akan tinggal diam sementara penderitaan mengerikan yang dialami warga Palestina terus meningkat.
"Selama bertahun-tahun kami telah menyerukan solusi dua negara di Timur Tengah, namun kita harus mengakui bahwa kata-kata tersebut tidak ada artinya kecuali jika kita menindaklanjutinya dengan tindakan nyata," tulis Burnham di akun media sosial X, Selasa (8/9/2026).
Dia menyatakan bahwa langkah-langkah yang baru diumumkan tersebut merupakan langkah-langkah yang diperhitungkan dengan cermat dan terarah. Langkah tersebut tidak ditujukan kepada warga Israel, melainkan terhadap kebijakan yang tidak dapat diterima dari Israel. "Sudah terlalu lama kita ragu untuk bertindak, karena takut dituduh anti-Israel," ujar dia, sebagaimana dilansir Anadolu via Antara.
Baca Lainnya :
- Baznas Tebar Beasiswa Palestina 0
- Kedubes Palestina Bantu NTT0
- 846.000 Siswa Palestina Kembali Sekolah0
- Dubes Palestina Dakwah di HUT Sumbar0
- Headquarter APCQP Palestina Diluncurkan di DPR0
Dia juga menegaskan kembali pandangannya bahwa penderitaan rakyat Palestina merupakan noda pada hati nurani dunia. Burnham menegaskan kembali bahwa sebelum menjabat sebagai perdana menteri, dia pernah mengatakan bahwa respons Inggris selama ini terlalu lambat dan sama sekali tidak memadai.
"Itulah sebabnya saya berkomitmen untuk mengubah pendekatan pemerintah. Saya tidak akan tinggal diam sementara penderitaan mengerikan terus bertambah dan prospek solusi dua negara, harapan terbaik bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini, mendapat ancaman," kata dia.
Sebelas negara Eropa, termasuk Inggris dan Perancis, serta Kanada, pada Selasa mengumumkan rencana untuk memberlakukan pembatasan nasional terhadap perdagangan barang dengan permukiman Israel yang ilegal menurut hukum internasional. Langkah baru Inggris itu menyusul rencana Israel untuk membangun 1.200 rumah baru di wilayah pendudukan.
Langkah itu memicu kecaman luas dari komunitas internasional karena semua permukiman di Tepi Barat yang diduduki dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Data PBB menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh pihak pendudukan Israel telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari 1.400 serangan yang mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan properti tercatat hanya pada tahun 2026 saja.
Sekitar 750.000 warga pendudukan Israel tinggal di 516 permukiman dan pos terdepan ilegal di wilayah pendudukan. Selain itu, warga Israel hampir setiap hari melakukan upaya untuk menggusur warga Palestina dari tanah mereka.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.antaranews.com










.png)
.png)