- Wakaf Jadi Solusi Kebencanaan
- Perkuat Literasi Filantropi Gen Z
- LAZ MKU Sleman Cetak Mustahik Mandiri
- Pacquiao, Menteri Urusan Kemiskinan
- Turki Kirim Bantuan Rp25 M ke Lebanon
- IEE Sulap Wakaf Abadi Jadi Aset Produktif
- Ayo Daftar Beasiswa Cendekia Baznas
- Baznas Tebar Beasiswa Palestina
- Ini Tolok Ukur Mustahik Menuju Muzaki
- Kedubes Palestina Bantu NTT
LAZ MKU Sleman Cetak Mustahik Mandiri

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lazismu Jawa Timur
Lembaga Amil Zakat Membangun Keluarga Utama (LAZ MKU) mengembangkan program Lumbung Pangan Keluarga sebagai upaya memberdayakan mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan dan membangun sumber pendapatan secara berkelanjutan.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan keluarga penerima manfaat. Melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia, keluarga didorong untuk mengembangkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan pengelolaan zakat perlu diarahkan dari pola bantuan menuju pemberdayaan. Menurutnya, keberhasilan zakat tidak cukup diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi penerima manfaat.
Baca Lainnya :
- BPKH dan RZ Tebar 7.700 Liter Air di NTT0
- RZ Hibur Anak Korban Gempa NTT0
- RZ Tebar Booster untuk Relawan Karhutla0
- DD Santuni Keluarga Korban Demo 0
- IZI dan Toyobo Tebar Sembako0
“Zakat harus bergerak dari pola bantuan menuju pemberdayaan,” ujar Waryono dalam visitasi perpanjangan izin LAZ MKU di kantor LAZ MKU, Sleman, Yogyakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurut Waryono, pemberdayaan zakat membutuhkan tata kelola yang profesional serta didukung kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kapasitas pengelola, pemanfaatan data, dan pengukuran hasil program.
Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi. Penguatan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pendidikan, nilai keagamaan, literasi, dan kualitas hubungan antaranggota keluarga.
Perluas Program Pemberdayaan
Pendekatan tersebut diterapkan LAZ MKU melalui sejumlah program pemberdayaan, salah satunya Lumbung Pangan Keluarga. Program ini diarahkan agar keluarga penerima manfaat dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengembangkan potensi usaha.
Selain Lumbung Pangan Keluarga, LAZ MKU memiliki program Keluarga Utama, Keluarga Sobat Bumi, Kampung Keluarga Utama, pemberdayaan masjid, serta pemberdayaan ekonomi.
LAZ MKU merupakan lembaga yang lahir dari Perhimpunan Baitul Maal wat Tamwil (PBMT) Indonesia melalui PBMT Maal. Saat ini, LAZ MKU memiliki 161 Unit Layanan Zakat yang tersebar di 10 provinsi.
Waryono menilai program pemberdayaan perlu didukung data dan pendampingan yang memadai. Lembaga amil juga perlu mengetahui kondisi penerima manfaat, kebutuhan mereka, bentuk intervensi yang diberikan, serta perkembangan setelah mengikuti program.
Dengan pendekatan tersebut, zakat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan. Mustahik tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan membangun kemandirian keluarga.
Visitasi perpanjangan izin LAZ MKU menjadi momentum untuk melihat keberlanjutan pengelolaan zakat sekaligus memastikan program pemberdayaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.










.png)
.png)