- IZI dan GivePlease Malaysia Bidik Digitalisasi
- RB Bagikan Seribu Masker Erupsi
- Kemnaker dan Baznas Perkuat Akses Kerja Mustahik
- RI Siap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina
- Yogya Panen Melon Wakaf Produktif
- Zakat Tax Credit, MUI Colek Menkeu Baru
- Pemkab Sorong Siapkan Beasiswa Rp2 M
- Beasiswa Zakat Diperpanjang 21 September
- Zakat Mandirikan Ekonomi Keluarga
- Intip Aksi Baznas di MTQ Nasional 2026
RI Siap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Pemerintah RI siap mengirim pasokan 10 ribu ton beras ke Palestina. Pengiriman yang dilakukan melalui Perum Bulog dilakukan setelah memastikan kondisi pasokan beras nasional terbilang aman.
"[Melalui] Bulog, akan kita ekspor beras kita, termasuk Palestina, kita kirim 10 ribu ton. Ini juga salah satu kebanggaan kita, dan itu [ekspor beras] perintah Bapak Presiden [Prabowo Subianto]," ucap dia saat konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).
Amran menyebutkan, standing crop Indonesia saat ini mencapai 3,8 juta ton, dengan produksi mencapai sekitar 10 juta ton. Selain itu, stok beras dari industri hotel, restoran, dan kafe (goreka) disebut mencapai lebih dari 10 juta ton.
Baca Lainnya :
- Xi: Palestina Kunci Damai Timur Tengah0
- APCQP Galang Kolaborasi untuk Palestina0
- PM Inggris: Setop Derita Palestina 0
- Baznas Tebar Beasiswa Palestina 0
- Kedubes Palestina Bantu NTT0
Kemudian, stok beras di Perum Bulog mencapai sekitar 5 juta ton. Dengan demikian, pasokan beras nasional disebut cukup hingga 10 bulan ke depan atau hingga sekitar pertengahan 2027.
"Totalnya [stok beras] 25-26 juta ton. Kebutuhan [beras nasional] per bulan itu 2,5-2,6 juta ton per bulan. Artinya apa? Cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan," tutur dia.
Amran menyampaikan, selain ke Palestina, Pemerintah Pusat juga mengekspor beras ke Malaysia. Ekspor beras ke Malaysia itu disebut sebagai capaian baru untuk Tanah Air.
Dia menambahkan, terdapat beberapa negara lain yang akan menjadi tujuan ekspor beras Indonesia melalui Perum Bulog. Akan tetapi, dalam kesempatan itu, Amran belum merinci negara yang menjadi tujuan ekspor.
"Bukan saja stok [beras] kita aman, tapi kita sudah ekspor ke Malaysia, dan ini sejarah baru untuk Republik Indonesia dan [ekspor beras ke] beberapa negara lagi melalui Bulog," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.tirto.id










.png)
.png)