- IZI dan GivePlease Malaysia Bidik Digitalisasi
- RB Bagikan Seribu Masker Erupsi
- Kemnaker dan Baznas Perkuat Akses Kerja Mustahik
- RI Siap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina
- Yogya Panen Melon Wakaf Produktif
- Zakat Tax Credit, MUI Colek Menkeu Baru
- Pemkab Sorong Siapkan Beasiswa Rp2 M
- Beasiswa Zakat Diperpanjang 21 September
- Zakat Mandirikan Ekonomi Keluarga
- Intip Aksi Baznas di MTQ Nasional 2026
Yogya Panen Melon Wakaf Produktif

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Tanah wakaf bukan lagi sekadar lahan tidur pada saat ini. Melalui pengelolaan berbasis ekonomi produktif, Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua (Nurmuda) Wates, Kulon Progo, berhasil mengelola tanah wakaf menjadi lahan produktif.
Hal ini terlihat dalam panen raya melon wakaf produktif di Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). Agenda ini menjadi milestone penting dalam optimalisasi aset keagamaan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
Panen raya ini dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., didampingi Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd., serta Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H. M.Hum.
Baca Lainnya :
- Kemenag Kampanyekan Green Waqf0
- Pemerintah Rilis Sukuk Wakaf Retail 0
- BWI Bangun Ekosistem Riset Wakaf0
- Wakaf Jadi Solusi Kebencanaan0
- IEE Sulap Wakaf Abadi Jadi Aset Produktif0
Posisi Strategis dan Potensi Raksasa Dana Umat
Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Wahib Jamil, menegaskan keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi peluang besar bagi produk berbasis wakaf. "Saat ini Kulon Progo berada pada posisi yang strategis dengan adanya bandara internasional. Kami berharap produk-produk UMKM berbasis wakaf akan mampu bersaing dengan produk lainnya," ujar dia.
Dirzawa Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan, Dana yang masuk ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) secara nasional dapat menembus angka lebih dari Rp30 triliun per tahun, bahkan ada LAZ yang mampu menghimpun hingga Rp300 miliar per tahun. Bahkan pada saat ini, DIY telah memiliki 121 Kampung Zakat yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
"Islam mempunyai mekanisme zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam pengembangan perekonomian. Mari kita dukung bersama pengembangan ekonomi masyarakat di Indonesia," kata dia.
Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, mengapresiasi sinergi lintas pihak yang berhasil menghidupkan lahan di PP Nurmuda. Menurut dia, Kemenag DIY menyiapkan lahan wakaf seluas 1.500 meter persegi khusus untuk pengembangan budidaya melon premium.
Diharapkan model produktif ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain agar aset wakaf memberi manfaat nyata bagi nazir dan umat. Acara ini turut dihadiri jajaran Kankemenag Kulon Progo, Pengasuh PP Nurul Ummah 2, BWI DIY & Kulon Progo, BAZNAS, LAZ, Ormas Islam, serta tokoh masyarakat setempat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id










.png)
.png)