Mengenal Tradisi Waris Sebelum Kematian

By Revolusioner 05 Agu 2026, 10:02:11 WIB Wasiat dan DSKL
Mengenal Tradisi Waris Sebelum Kematian

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI


Di kalangan sebagian masyarakat Indonesia masih dijumpai praktik pembagian harta kepada calon ahli waris sebelum pewaris meninggal dunia. Fenomena tersebut menjadi objek penelitian tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon yang mengkajinya berdasarkan perspektif hukum Islam serta sistem hukum yang berlaku di Indonesia.

Penelitian dilakukan pada masyarakat Muslim di Cirebon dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Dalam menganalisis data, tim peneliti menerapkan teori sistem hukum Lawrence Friedman yang menitikberatkan pada tiga komponen utama, yakni struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik pembagian harta sebelum pewaris meninggal dunia umumnya dilandasi tradisi keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebagian besar masyarakat meyakini langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk menghindari konflik maupun sengketa warisan pada masa mendatang.

Baca Lainnya :

Dari perspektif hukum Islam, praktik tersebut lebih tepat diposisikan sebagai hibah atau wasiat, bukan warisan sebagaimana dipahami dalam fikih klasik yang baru berlaku setelah pewaris wafat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa praktik tersebut mengandung nilai kemaslahatan karena mampu menjaga keharmonisan keluarga sekaligus mengurangi potensi perselisihan di antara para ahli waris.

Riset tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah, Achmad Samil Himam dan Edy Setyawan, bersama dosen Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Alamuddin Yasin. Penelitian bertajuk "Practice of Pre-Death Property Distribution among Muslim Communities in Cirebon from the Perspective of Islamic Law and Legal System" itu telah dipublikasikan dalam Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam milik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Achmad Samil Himam terlibat secara langsung dalam proses penelitian lapangan, mulai dari pengumpulan data hingga melakukan wawancara dengan masyarakat. Sementara itu, Ahmad Alamuddin Yasin mendampingi proses analisis data serta penyusunan artikel ilmiah sebagai dosen pembimbing.

"Pak Alam yang mengolah data, mendampingi, dan membantu saya dalam penelitian. Ide penulisan, gagasan ilmiah, serta arah riset berasal dari beliau. Saya sangat bersyukur bisa belajar langsung dari dosen yang mendorong mahasiswa untuk berani meneliti dan menulis," ujar Himam di Cirebon, Jabar, Ahad, baru-baru ini.

Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memahami proses penelitian akademik sekaligus mengenal dunia publikasi ilmiah internasional sejak masih berstatus sebagai mahasiswa. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya budaya akademik dan penelitian di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya di Fakultas Syariah.

Keterlibatan mahasiswa dalam publikasi jurnal bereputasi internasional dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan melakukan riset, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.

Publikasi tersebut juga membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prestasi yang diraih Achmad Samil Himam diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya agar semakin aktif melakukan penelitian serta berani menembus publikasi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di tengah perkembangan transformasi digital dan persaingan global yang semakin kompetitif, kemampuan menghasilkan karya ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda.

Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam berbasis siber yang unggul, inovatif, serta memiliki daya saing di tingkat global.

Kontributor: Fadhlan

Editor: MAS

Sumber: www.kemenag.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment