- Turnstile Konser Amal Palestina di AS
- Ziswaf Dunia Jadi Solusi Krisis Iklim
- 2.140 Peserta Daftar Beasiswa Bulutangkis
- Ini Beasiswa Anak Berkebutuhan Khusus
- Cara Mendidik Anak Agar Jadi Saleh
- Info Beasiswa Tahfiz Rp2 Juta per Bulan
- Ada Beasiswa Dana Abadi Diponegoro
- Bank Permata Syariah Berzakat Rp12,1 M
- Mustahik Bukittinggi Dapat Zakat Rp38,8
- Baznas-PNM Salur 15 Ambulans Rp5,7 M
Ziswaf Dunia Jadi Solusi Krisis Iklim

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan kolaborasi dan pemanfaatan bersama instrumen keuangan sosial Islam lintas negara guna memperkuat ketahanan masyarakat global dalam menghadapi ancaman bencana dan risiko iklim . Gagasan ini disampaikan Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI, M Arifin Purwakananta, dalam workshop internasional COMCEC yang diikuti perwakilan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di INCEIF University, Malaysia, pada 5-8 Oktober 2026 .
"Bencana iklim terjadi di banyak negara dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kebutuhan air bersih dan pangan hingga keberlanjutan mata pencaharian. Karena itu, ketahanan iklim perlu menjadi agenda kerja sama lintas negara dan lintas lembaga," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026) .
Menurut dia, untuk merespons gagasan tersebut, peserta mengusulkan penyusunan konsep zakat, infak, sedekah, wakaf (ziswaf) dalam Kerangka Keuangan Sosial Islam untuk Ketahanan Iklim guna memetakan kebutuhan, menyelaraskan sumber daya, dan merancang proyek percontohan .
Baca Lainnya :
- Pajak dan Zakat Jadi Isu Global 0
- Zakat Mal di Maladewa Melonjak 0
- Sri Mulyani Pimpin Donatur Negara Miskin0
- Menlu Tegaskan Dukungan RI untuk Palestina0
- ZSF Nigeria Tebar Zakat ke 2.916 Mustahik0
"Keuangan sosial Islam memiliki potensi untuk ikut mendukung upaya tersebut, namun setiap instrumen termasuk zakat dan wakaf harus dikelola sesuai prinsip, mandat, dan tata kelolanya. Kita perlu membangun kerangka bersama agar kolaborasi berlangsung dengan jelas dan bertanggung jawab," ujar dia .
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan di Malaysia, pertemuan antarlembaga direncanakan berlanjut di Jakarta pada Desember 2026 mendatang untuk mematangkan konsep kerangka kerja sama tersebut .
"Kami berharap pembahasan dapat berlanjut di Jakarta pada Desember 2026 dan konsepnya disempurnakan pada Januari 2027. Kami mengundang negara anggota OIC, lembaga zakat dan wakaf, serta mitra terkait untuk memberi masukan dan bersama-sama mengembangkan gagasan ini menjadi kerja nyata bagi masyarakat," ujar dia .
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id











.png)
.png)