- Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien
- Santri Karawang Berkarya via Komik
- Tiga Sumur Sejuta Manfaat untuk Aceh
- Baznas Bandung Upgrade 1.012 Ustaz
- Baznas Bekasi Salur Beasiswa Rp1,028 M
- Lazisnu Perkuat Layanan Medis Karhutla
- Zakat Mal Lazisnu Jangkau 220 Mustahik
- NU Peduli Santuni Keluarga Relawan Bromo
- BWI Dorong Inovasi Wakaf Produktif
- BWI dan Baznas Integrasikan Zakat-Wakaf
Baznas Bandung Upgrade 1.012 Ustaz

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kabbandung.baznas.go.id
BAZNAS Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan upgrading bagi 1.012 penerima manfaat Program Insentif Ustaz dan Ustazah Tahun 2026 di Pondok Pesantren Darul Maarif, Kecamatan Margaasih, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat motivasi dan komitmen para pembina keagamaan dalam menjalankan tugas dakwah serta pendidikan agama di tengah masyarakat.
Sebanyak 1.012 ustaz dan ustazah telah melewati tahapan seleksi untuk memperoleh insentif pada tahun ini. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap para pengajar agama yang berperan dalam membina akhlak, menanamkan nilai-nilai Islam, dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi, mengapresiasi keberlanjutan perhatian pemerintah daerah terhadap guru ngaji serta ustaz dan ustazah, meskipun anggaran daerah tengah mengalami penyesuaian.
Baca Lainnya :
- Babel Salur Bantuan Pendidikan Rp98 Juta0
- DD dan OJK Pacu Ekonomi Peternak Magetan0
- Mustahik Bukittinggi Dapat Zakat Rp38,8 0
- Zakat ASN Kab Bandung Rp1,2 M per Bulan 0
- Aceh Dorong Ekosistem Ekonomi Produktif0
“TKD Kabupaten Bandung berkurang hampir Rp1 triliun. Banyak kegiatan dan aktivitas yang dihilangkan, namun komitmen Bupati untuk guru ngaji dan ustaz-ustazah tetap ada. Ini merupakan bentuk perhatian yang luar biasa,” ujar Yusuf.
Ia menekankan bahwa penerima manfaat perlu memandang insentif tersebut sebagai bentuk perhatian sekaligus dorongan untuk terus mengabdi, bukan hanya berdasarkan jumlah dana yang diterima. Menurutnya, semangat dalam menjalankan tugas keagamaan harus tetap terjaga dalam berbagai kondisi.
“Berapapun nominal yang diterima, harus membangkitkan semangat untuk mengabdi. Maka harus percaya diri dan memastikan diri kalau kita adalah orang pilihan, perpanjangan tangan dari Nabi Muhammad SAW,” tutur dia.
Yusuf menjelaskan bahwa ustaz dan ustazah memiliki tanggung jawab penting dalam menyampaikan ajaran Islam, membentuk karakter masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada generasi penerus. Oleh sebab itu, penguatan motivasi dan kesadaran terhadap peran tersebut menjadi bagian penting dalam keberlangsungan program insentif.
Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan upgrading dengan baik. Partisipasi sejak awal hingga akhir diharapkan dapat membantu peserta memahami tujuan kegiatan dan memperoleh manfaat secara maksimal.
“Kami berharap kegiatan ini bisa dihadiri dari awal sampai akhir,” ucap dia.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan daerah, antara lain Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, jajaran Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Margaasih, serta Kepala Desa Rahayu.
Hadir pula Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Agus Salman, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung.
Melalui Program Insentif Ustaz dan Ustazah, BAZNAS Kabupaten Bandung bersama pemerintah daerah berupaya menjaga keberlangsungan dukungan bagi para pengajar agama. Kegiatan upgrading ini diharapkan mampu meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat komitmen dakwah, serta mendorong para penerima manfaat untuk terus berkontribusi dalam pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.kabbandung.baznas.go.id












.png)
.png)