DD dan OJK Pacu Ekonomi Peternak Magetan

By Revolusioner 12 Okt 2026, 09:07:15 WIB Lokal
DD dan OJK Pacu Ekonomi Peternak Magetan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kompas.com


Dompet Dhuafa bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di Kampung Susu Lawu, Desa Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan melalui program Indonesia Berdaya yang berfokus pada penguatan sektor peternakan sapi perah dan pengembangan produk olahan susu.

Program tersebut menjadi langkah pemulihan ekonomi warga setelah sektor peternakan terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Magetan serta dukungan pendanaan dari Rohani Islam OJK (ROIS OJK), program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Bantuan yang diberikan mencakup penambahan sapi perah, penyediaan sarana dan peralatan produksi, pengembangan fasilitas kafe, serta gerobak sepeda listrik untuk menunjang pemasaran susu segar.

Baca Lainnya :

Selain dukungan sarana produksi, masyarakat juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi susu, tetapi juga mendorong penjagaan kualitas serta pengembangan produk olahan agar memiliki nilai tambah.

“Permintaan pasar cukup bagus. Tantangannya meningkatkan produksi, menjaga kualitas, dan mengembangkan produk olahan,” ujar Juwaini dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan

Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid, menekankan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, terutama bagi pelaku usaha mikro dan peternak. Menurut dia, pemahaman pengelolaan keuangan serta kemudahan akses pembiayaan dapat membantu masyarakat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

“Program tersebut tidak diarahkan sebagai bantuan yang bersifat konsumtif. Peternak diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar,” ujar Mufid.

Selain penguatan peternakan, Kampung Susu Lawu juga memperoleh bibit kopi varietas arabika. Pengembangan tanaman tersebut ditujukan untuk menghasilkan kopi arabika khas Sarangan. Dukungan bibit turut diberikan oleh Kafe OJe Sweet Yummy yang berlokasi di Jalan Hasanudin Nomor 18, Selosari, Magetan, Jawa Timur.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang akrab disapa Kang Suyat, mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi di Kampung Susu Lawu, Singolangu. Dia menilai kolaborasi antara berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

“Program pemberdayaan seperti ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan berdaya. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa, Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, dan OJK atas kolaborasi strategis ini,” ujar Suyatni.

Dia berharap para penerima manfaat dapat mengelola bantuan secara bertanggung jawab, termasuk menjaga aset yang diberikan dan menjalankan program dengan baik. Dengan pengelolaan yang tepat, bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Suyatni juga menilai pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan diperlukan untuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurut dia, Kampung Susu Lawu, Singolangu, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi berbasis peternakan dan produk olahan susu.

Pengembangan kafetaria Kampung Susu Lawu menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memperluas kegiatan ekonomi warga sekaligus mendukung pemasaran produk olahan susu hasil pemberdayaan masyarakat.

Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dhuafa melalui pendekatan budaya, filantropi, dan kewirausahaan sosial. Selama lebih dari tiga dekade, lembaga ini menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui lima pilar, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta dakwah dan budaya.

Kontributor: Nabila Citra Aurellya

Editor: MAS

Sumber: www.kompas.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment