Baznas Malang Latih Mustahik Mandiri

By Revolusioner 01 Sep 2026, 08:00:44 WIB Mustahik
Baznas Malang Latih Mustahik Mandiri

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jawapos.com


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus memperkuat upaya pemberdayaan mustahik agar mampu berkembang dan mandiri secara ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bina Mustahik Merdeka yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Malang, baru-baru ini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Malang untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membekali penerima manfaat dengan pengetahuan, keterampilan, mentalitas, serta strategi dalam mengembangkan usaha. Para pelaku UMKM binaan mendapatkan pembinaan untuk memperkuat kapasitas sekaligus meningkatkan daya saing usaha.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Kesra Pemerintah Kota Malang yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Malang, jajaran pimpinan dan amil pelaksana BAZNAS Kota Malang, perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, BPJS Ketenagakerjaan, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca Lainnya :

Sejumlah materi diberikan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola usaha. Diskopindag Kota Malang melalui Farid Suaidi, ST., MM., menyampaikan materi mengenai optimalisasi dan strategi pengembangan UMKM. Peserta mendapatkan pemahaman tentang penguatan produk, pengelolaan usaha, hingga kemampuan membaca peluang agar usaha dapat berkembang dan bersaing.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang memberikan sosialisasi terkait berbagai program perlindungan ketenagakerjaan. BSI turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan QRIS, BSI Agent, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas transaksi, meningkatkan pelayanan kepada konsumen, sekaligus membuka akses terhadap pengembangan modal usaha.

Untuk memperkuat sisi pemasaran, BAZNAS Kota Malang juga menyediakan foto sampel produk bagi UMKM binaan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menampilkan produk secara lebih menarik dan profesional, khususnya ketika dipasarkan melalui kanal digital.

Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., mengatakan pemberdayaan mustahik merupakan bagian penting dalam pengelolaan zakat. Menurut dia, zakat harus memberikan manfaat yang lebih luas dan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat.

“BAZNAS tidak ingin mustahik hanya menerima bantuan. Kita ingin bantuan yang diberikan menjadi jalan untuk membangun kemandirian. Harapannya, usaha mereka berkembang, penghasilannya meningkat, sehingga suatu saat mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi mampu menjadi munfiq bahkan muzaki,” ujar dia.

Pesan tersebut menjadi semangat utama dalam kegiatan Bina Mustahik Merdeka. Kemerdekaan melalui pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari keterbatasan ekonomi, tetapi juga kemampuan untuk berdiri dengan kekuatan dan usaha sendiri.

Pembinaan yang diberikan juga mencakup aspek spiritual. Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A. menyampaikan materi Penguatan Spiritual Mustahik yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan usaha dengan nilai amanah dan keberkahan.

Selain itu, penguatan mental dan psikologis turut menjadi perhatian. Wakil Ketua BAZNAS Kota Malang, Sulaiman, A.P., memberikan materi Edukasi Psikologi UMKM. Para peserta diajak membangun pola pikir positif, motivasi, mental kewirausahaan, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha.

Salah seorang peserta Bina Mustahik Merdeka, Jamal, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Menurut dia, pembinaan BAZNAS Kota Malang tidak hanya memberikan dukungan permodalan, tetapi juga bekal untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah.

“Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru bagi kami sebagai pelaku UMKM. Selama ini kami lebih banyak fokus pada bagaimana produk bisa terjual. Dari pembinaan ini, kami belajar bahwa usaha juga membutuhkan pengelolaan yang baik, pemasaran yang menarik, pemanfaatan teknologi digital, serta keberanian untuk terus berkembang,” ungkap dia.

Dia berharap pembinaan dari BAZNAS Kota Malang dapat terus dilakukan sehingga para UMKM binaan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga berkembang dan semakin mandiri.

“Kami berharap pendampingan seperti ini terus dilakukan. Bukan hanya mendapatkan bantuan, tetapi kami juga dibimbing agar mampu mengembangkan usaha sendiri. Mudah-mudahan ke depan usaha kami semakin maju, pendapatan meningkat, dan kami bisa menjadi lebih mandiri,” tambah dia.

Kegiatan Bina Mustahik Merdeka menunjukkan bahwa pemberdayaan zakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kemampuan usaha penerima manfaat.

Selain pembinaan UMKM, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pendistribusian bantuan Program Pendidikan kepada 16 penerima manfaat. Hal ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Malang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program pemberdayaan dan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Malang mendorong pola pemberdayaan yang berorientasi pada perubahan. Mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar memiliki kemampuan, keberanian, dan strategi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dengan demikian, zakat diharapkan tidak hanya menjadi sarana membantu masyarakat menghadapi kesulitan saat ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk membangun kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.

Masyarakat dapat mendukung berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta program BAZNAS Kota Malang lainnya melalui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Kontributor: Fadhlan
Editor: MAS
Sumber: www.jawapos.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment