- 10 Mustahik Pelalawan Jadi Teknisi Smartphone
- Alvara Soroti Perilaku Gen Z Muzaki
- Wakaf TPU Bogor Resmi Digunakan Warga
- Askrida Syariah Berzakat Rp100 Juta
- BNPB Tebar Ribuan Ton Logistik di NTT
- Muktamar NU, Lazisnu Perkuat Kelolaan ZIS
- Baznas Belitung Renov Rumah Dhuafa
- BUMKalma Bantu Usaha Warga Yogya
- Tua Tunu, Kampung Zakat Percontohan
- APCQP, Wadah Juang Palestina Asia Pasifik
10 Mustahik Pelalawan Jadi Teknisi Smartphone

Keterangan Gambar : Dok. RIAUBERNAS
Kemajuan
teknologi komunikasi kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai kebutuhan konsumsi
masyarakat pedesaan. Melalui program “Techno-Zakat”, teknologi dimanfaatkan
sebagai sarana pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat mustahik di Kabupaten
Pelalawan.
Sebanyak
10 pemuda mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten
Pelalawan berhasil menuntaskan pelatihan vokasi teknologi secara intensif.
Mereka juga menerima sertifikat kompetensi sebagai teknisi smartphone.
Program
pengabdian kepada masyarakat itu merupakan inisiatif dosen Politeknik Negeri
Padang (PNP) Kampus Pelalawan, Fadli Fadilillah, S.Kom., M.Kom., melalui skema
Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang memperoleh pendanaan dari Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Baca Lainnya :
- Baznas Belitung Renov Rumah Dhuafa 0
- Zakat Produktif Berdayakan Mustahik Lampung0
- Baznas Ternate Bantu 670 Mustahik 0
- Mustahik Kampar Dapat Bantuan Pendidikan 0
- Gempa, 1.137 Porsi untuk Penyintas0
Puncak
kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kompetensi serta serah terima
aset teknologi tepat guna berupa Smart Repair Workstation dan platform digital
manajemen usaha teknisi smartphone. Kegiatan berlangsung di Rumah Program
BAZNAS Kabupaten Pelalawan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan
tersebut dihadiri Ketua Pelaksana Program Pengabdian Fadli Fadilillah, S.Kom.,
M.Kom., Ketua BAZNAS Kabupaten Pelalawan H. Karmani, S.Pd.I., M.H., serta
Koordinator PSDKU PNP Pelalawan.
Sebanyak 10 mustahik dinyatakan lulus dan dipersiapkan untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Mereka yakni Warsito, Alwis Azhar, Ardi Firdaus, Darma, Hengki, Bagus, Dede Yusuf, Edi Idrus, Ilyas Mustika, dan Awal.
Dari Pelatihan Vokasi hingga Digitalisasi Usaha
Fadli
Fadilillah mengatakan, Techno-Zakat disusun sebagai model pemberdayaan yang
memadukan pelatihan keterampilan teknis dengan pengembangan usaha berbasis
digital.
Menurut
dia, program tersebut memiliki tiga pilar utama, yaitu pelatihan vokasi
teknologi, penerapan platform manajemen usaha digital, serta mekanisme
keberlanjutan usaha yang berlandaskan prinsip syariah.
“Kami
membekali mustahik dengan kurikulum akselerasi intensif selama 200 jam.
Materinya dibagi dalam beberapa level kompetensi, mulai dari tingkat basic
hingga advanced,” ujar dia.
Pada
tingkat dasar, peserta diberikan kemampuan memperbaiki perangkat keras bagian
luar serta menangani kerusakan sistem operasi dasar. Sementara pada tingkat
lanjutan, peserta memperoleh keterampilan microsoldering hingga perbaikan
komponen dan chip dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi.
Pelatihan
tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Para peserta juga memperoleh sistem
digital yang dapat digunakan untuk menunjang pengelolaan usaha.
Platform
tersebut diberi nama ZakatTech Platform dan dikembangkan melalui kolaborasi tim
dosen pelaksana, di antaranya Dedi Tri Laksono dan Antoni Pribadi, bersama
mahasiswa PNP, Hani Putri Pratiwi dan Kumala Sari Tri Wahyuni.
ZakatTech Platform dirancang untuk membantu proses digitalisasi bisnis bengkel servis smartphone. Sejumlah fitur yang tersedia meliputi pelacakan status perbaikan menggunakan QR Code bagi pelanggan serta pemantauan ketersediaan suku cadang melalui fitur stock alert.
BAZNAS Repair Hub Pangkas Jarak Layanan
Ketua
BAZNAS Kabupaten Pelalawan H. Karmani menyambut baik pelaksanaan program
tersebut. Menurut dia, kehadiran teknisi lokal sekaligus pusat layanan
perbaikan smartphone dapat membantu mengatasi persoalan keterbatasan akses
layanan servis di wilayah pedesaan.
“Selama
ini masyarakat di pelosok harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan
layanan perbaikan smartphone. Dengan adanya BAZNAS Repair Hub, masyarakat bisa
mendapatkan layanan servis di daerah sendiri,” kata Karmani.
BAZNAS
Repair Hub yang berlokasi di Rumah Program BAZNAS Pelalawan diharapkan menjadi
pusat layanan sekaligus tempat praktik dan pengembangan usaha bagi para teknisi
mustahik.
Menurut Karmani, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tenaga teknisi. Program itu juga ditujukan untuk mendorong mustahik memiliki sumber pendapatan produktif sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.
Dibangun dengan Skema Keberlanjutan
Program
Techno-Zakat dirancang agar tidak berakhir setelah pelatihan dan penyerahan
peralatan. Aspek keberlanjutan usaha menjadi bagian penting dalam konsep
pemberdayaan tersebut.
BAZNAS
Repair Hub menerapkan mekanisme kontribusi bagi hasil sebesar 2,5 persen dari
laba bersih operasional harian teknisi mustahik. Dana tersebut akan dikumpulkan
dan kemudian diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan mustahik
berikutnya.
Melalui
fitur kalkulator zakat yang tersedia pada ZakatTech Platform, mekanisme
tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan dana secara lebih terukur dan
transparan.
Dana
yang terkumpul selanjutnya direncanakan untuk diputar kembali melalui skema
Qardhul Hasan. Skema tersebut akan digunakan untuk mendukung pengadaan paket
peralatan atau startup kit bagi calon teknisi dari kelompok mustahik
berikutnya.
Dengan pola tersebut, Techno-Zakat berupaya membangun rantai pemberdayaan yang berkelanjutan. Mustahik mendapatkan pelatihan, difasilitasi dengan peralatan, dibantu dalam membangun usaha, kemudian hasil usaha tersebut turut menopang lahirnya mustahik produktif berikutnya.
Didukung Hibah Kemdiktisaintek
Program
Techno-Zakat terlaksana melalui dukungan pendanaan hibah Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Pendanaan
tersebut diperoleh setelah proposal pengabdian kepada masyarakat yang diajukan
Fadli Fadilillah, S.Kom., M.Kom., dosen Politeknik Negeri Padang, dinyatakan
lolos dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Seluruh
aset fisik yang diserahterimakan dalam program tersebut turut dilengkapi
penandaan pendanaan Kemdiktisaintek TA 2026. Penyerahan aset juga dituangkan
dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bagian dari pertanggungjawaban
dan keberlanjutan pemanfaatan aset.
Melalui sinergi perguruan tinggi dan BAZNAS tersebut, 10 pemuda mustahik Pelalawan kini tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi. Mereka juga mendapatkan keterampilan, peralatan, serta sistem digital yang diharapkan menjadi modal untuk membangun usaha jasa perbaikan smartphone secara mandiri dan berkelanjutan.
Kontributor: Asep
Editor: MAS
Sumber: RIAUBERNAS








.png)
.png)