- Besarnya Pahala Shalat Tarawih Ramadhan
- Bolehkah Makan Setelah Imsak? Ini Penjelasannya
- Fajrul Amanah Perkuat Wakaf Pendidikan Gorontalo
- BWI Salurkan Beasiswa Wakaf di Surakarta
- Dompet Dhuafa Optimalkan Program Ramadan
- BAZNAS Tebar Hidangan Ramadan untuk Pemulung
- Lumbung Pangan BAZNAS Siapkan Beras Zakat Fitrah
- PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadan
- Dari Paket Ramadan ke Pemberdayaan Santri Pesisir
- BAZNAS Berbagi Paket Ramadan untuk Santri Tahfiz Apung
Bolehkah Makan Setelah Imsak? Ini Penjelasannya

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rumahzakat.org
Banyak orang bertanya, apakah masih diperbolehkan makan dan minum setelah terdengar tanda imsak? Haruskah langsung berhenti, atau boleh melanjutkan hingga azan Subuh? Untuk memahami hal ini, penting meninjau kembali ketentuan puasa dalam Islam.
Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah balig dan berakal. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam bertakwa. Orang yang meninggalkan puasa tanpa alasan syar’i berdosa, sedangkan yang berhalangan wajib menggantinya dengan qada atau fidyah sesuai ketentuan syariat.
Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk bersahur. Meski hukumnya sunah, sahur memiliki keutamaan besar dan penuh keberkahan. Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk bersahur, bahkan meskipun hanya dengan seteguk air, karena di dalamnya terdapat keberkahan dan doa dari Allah serta para malaikat bagi orang yang melaksanakannya.
Baca Lainnya :
- Fadhilah Zakat dan Sedekah pada Ramadhan 20260
- Indahnya Sabar0
- Enam Surat Al-Quran tentang Kesabaran Penuh Hikmah 0
- 13 Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW0
- Saudara Sepersusuan: Hukum dan Batasannya Menurut Islam0
Waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam hingga menjelang fajar. Dalam hadis riwayat Aisyah r.a., dijelaskan bahwa Rasulullah mengakhirkan waktu sahur dan menyegerakan berbuka. Hal ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk sahur adalah mendekati azan Subuh.
Lalu bagaimana dengan imsak? Imsak sebenarnya bukan penanda dimulainya puasa, melainkan peringatan agar seseorang berhati-hati supaya tidak melewati batas waktu Subuh. Berdasarkan hadis riwayat Zaid bin Tsabit r.a., jarak antara sahur Nabi dan salat Subuh kira-kira seukuran membaca 50 ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa sahur memang dilakukan mendekati waktu Subuh.
Dengan demikian, makan dan minum masih diperbolehkan saat waktu imsak, selama azan Subuh belum berkumandang. Ketika azan Subuh telah terdengar, barulah seseorang wajib menghentikan makan dan minumnya karena waktu puasa telah dimulai.
Ramadan adalah bulan mulia yang penuh keberkahan. Selain menjaga kesempurnaan puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti sedekah, karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt.
Kontributor: Daffa Atha
Editor: MAS
Sumber: www.rumahzakat.org

1.png)






.jpg)
.png)
.png)