Filantropi Perkuat Kesehatan Ibu Anak

By Revolusioner 03 Jun 2026, 10:04:08 WIB Filantropi
Filantropi Perkuat Kesehatan Ibu Anak

Keterangan Gambar : Foto: Dok.rsudtp.acehbaratdayakab.go.id


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa filantropi memiliki peran penting dalam memperkuat layanan kesehatan, terutama pada sektor kesehatan ibu dan anak. Menurut dia, filantropi yang efektif harus dilandasi kepercayaan dan mampu menjadi katalis untuk memperluas dampak program kesehatan bagi masyarakat.

“Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,” ujar dia saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (25/5).

Kolaborasi antara DIT dan Kemenkes difokuskan pada peningkatan kesehatan serta gizi ibu dan anak. Program tersebut meliputi penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient guna membantu keselamatan ibu hamil dan persalinan, sekaligus mencegah stunting.

Baca Lainnya :

Menkes menilai, di tengah menurunnya bantuan luar negeri secara global, peran filantropi menjadi semakin strategis dalam mendukung pembiayaan program kesehatan. Dana filantropi dapat menjadi pengungkit agar lebih banyak sumber daya bergerak untuk menjawab persoalan kesehatan prioritas di Indonesia.

“Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” kata dia.

Langkah kolaboratif tersebut dinilai penting karena Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak. Meski cakupan imunisasi dasar lengkap telah mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat hampir 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026. Kondisi ini menunjukkan pentingnya perluasan akses imunisasi dan penguatan distribusi vaksin hingga ke berbagai daerah.

Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Danantara Indonesia tidak hanya hadir untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga turut berkontribusi terhadap kemajuan sosial Indonesia. Melalui terbentuknya DIT, kontribusi tersebut diperluas untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial secara lebih luas.

Melalui kemitraan di bidang kesehatan ini, DIT bersama Kemenkes diharapkan dapat mempercepat intervensi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan anak-anak. Penguatan imunisasi, perbaikan gizi, serta dukungan terhadap infrastruktur layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menekan risiko kematian ibu dan anak serta mencegah persoalan gizi kronis sejak dini.

Menkes Budi menekankan bahwa kolaborasi pemerintah dengan sektor filantropi perlu terus diperkuat karena tantangan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri.

“Dengan kepercayaan, tata kelola yang baik, dan pendekatan pendanaan yang mampu mengungkit kontribusi lebih luas, filantropi dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan merata,” ujar dia.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.rsudtp.acehbaratdayakab.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment