- Penyaluran Santunan Anak Yatim dari Hasil Wakaf Produktif Greenhouse Melon di Gunungkidul, Yogyakart
- DD Ajak Yatim Belanja Bareng
- Waspada Travel Haji Ilegal
- DPR: Perketat Pengawasan Kurban
- Kitabisa-Bakti Barito Investasi Sosial Rp13 M
- BPKH-Lazisnu Sumbang Mobil Dakwah
- Pesantren Eco Filantropi Diluncurkan
- Young-ji Santuni Panti Jompo
- Fans Zayn Malik Donasi Palestina
- Wakaf Orbit Konser Nasyid untuk Palestina
Pesantren Eco Filantropi Diluncurkan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lazismu.org
Krisis lingkungan kian terasa di berbagai wilayah. Kesadaran terhadap isu ekologis terus mendapat perhatian luas. Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan mendorong penguatan gerakan lingkungan yang dimulai dari lembaga pendidikan, termasuk pesantren, agar terlibat aktif.
Melalui penguatan infrastruktur pendidikan dalam merespons krisis lingkungan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah di Kampus Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, kawasan Rancamaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad, (3/5/2026).
Peluncuran pesantren berbasis filantropi yang didukung Lazismu ini, menjadi tonggak penting dalam menghadirkan model pesantren modern yang mengintegrasikan nilai keislaman, sains, teknologi, serta kesadaran ekologis dalam satu kurikulum terpadu berbasis filantropi.
Baca Lainnya :
- Young-ji Santuni Panti Jompo0
- Kader NU Dilatih Jurnalisme Filantropi0
- Ambon Jadi Motor Filantropi Inklusif0
- RI Enam Kali Jadi Negara Terdermawan di Dunia0
- Pemerintah Libatkan Pengusaha dan Filantroper Percepat Penyaluran Bansos0
Acara tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Abdul Mu’ti bersama Hilman Latief dan Dedie A. Rachim sebagai Wali Kota Bogor, sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam menghadapi krisis lingkungan dengan menjadikan pesantren sebagai aktor strategis.
Abdul Mu’ti mengatakan Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah hadir sebagai upaya menyiapkan generasi masa depan yang cerdas dan progresif. “Diharapkan generasi ini memiliki dampak berkelanjutan yang dibentengi karakter iman, berakhlak mulia, unggul dalam sains dan teknologi, serta memiliki empati terhadap kelestarian lingkungan,” ujar dia.
Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, lanjut Abdul Mu’ti, diharapkan menjadi model pendidikan masa depan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap berakar pada nilai Islam berkemajuan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Dikdasmen & Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) PP Muhammadiyah Didik Suhardi menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta sebagai dukungan pengembangan pesantren tersebut.
Menurut dia, bantuan itu dapat memperkuat sarana dan prasarana untuk menunjang program pendidikan inovatif berkelanjutan. “Ini adalah wujud komitmen kami dalam menggerakan lahirnya pesantren Muhammadiyah yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan generasi berkemajuan,” pungkas dia.
Sebagai pesantren berbasis filantropi yang didukung Lazismu, Muhammadiyah juga meluncurkan Program Beasiswa Santri Unggul 2026 untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi generasi terbaik bangsa.
Sebanyak 60 santri terpilih akan mendapatkan kesempatan belajar melalui skema beasiswa pendidikan berbasis asrama yang mencakup pembelajaran terpadu, pembinaan karakter, hingga penguatan kepemimpinan.
Program ini dirancang sebagai jalur kaderisasi untuk melahirkan santri unggul yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan inovatif serta siap menjadi pemimpin masa depan.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais mengungkapkan pesantren berbasis filantropi ini merupakan hasil kolaborasi lintas majelis dan lembaga di Muhammadiyah.
“Berbasis gerakan filantropi merupakan upaya mendayagunakan wakaf dan lahan berikut bangunan di kawasan Rancamaya ini melalui sinergi antara majelis pendayagunaan wakaf, Lazismu, Dikdasmen PNF, dan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2PM),” jelas dia.
Mujadid mengatakan pendanaan awal digunakan untuk renovasi bangunan, pembangunan jalan di kompleks pesantren, serta penyediaan beasiswa calon santri yang seluruhnya bersumber dari gerakan filantropi Islam. Dalam perkembangannya, kata dia, Lazismu menyalurkan Rp250 juta untuk program beasiswa.
Sebagai informasi, Program Beasiswa Santri Unggul 2026 telah dibuka secara nasional dan memberikan kesempatan bagi calon santri dari seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi berbasis kompetensi.
Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah merupakan pesantren modern setingkat SMA yang mengintegrasikan kurikulum nasional dan pesantren, serta penguatan sains, teknologi, dan kesadaran ekologis dalam satu sistem pendidikan terpadu guna mencetak generasi berdaya saing global, berkarakter, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Turut hadir dalam peresmian ini Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Wakil Ketua R. Alpha Amirracahman, dan Wakil Sekretaris Baharuddin, beserta jajaran pimpinan majelis dan lembaga Muhammadiyah serta masyarakat sekitar pesantren.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.lazismu.org








.png)
.jpg)
.png)