- Ambulans NU Bantul Layani 7.918 Perjalanan
- DT Bantu Obat Penyintas Gempa NTT
- DKM Serang Dilatih Manajemen Masjid
- Hisana Bantu Korban Kebakaran Makassar
- Warga Bogor Nikmati Donasi Air Bersih
- Santri RPY Tumbuhkan Cinta Ibadah
- Baznas Respon Cepat Gempa NTT
- Gempa, Lazismu Turun ke NTT
- HUT RI: Filantropi Islam Solusi Kemiskinan
- Zakat Ubah Nasib Dhuafa di Aceh
Gempa, Lazismu Turun ke NTT

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lazismu
Penanganan dampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu memperkuat layanan kemanusiaan melalui program Indonesia Siaga.
Layanan yang diberikan mencakup kesehatan, penyediaan makanan, paket keluarga, dukungan psikososial, pendidikan darurat, air bersih dan sanitasi, hingga hunian darurat. Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Aulia Taarufi menyampaikan hal tersebut pada Senin (17/8/2026).
Dalam masa tanggap darurat, penanganan dilakukan melalui pembukaan Pos Koordinasi (Poskor) di enam kabupaten. Selain itu, MDMC merencanakan pendirian pos pelayanan di sembilan titik layanan Muhammadiyah.
Baca Lainnya :
- Hangatnya Tasyakuran Agustusan di RSP0
- RZ Tebar 20 Ribu Liter Air di Indramayu0
- RZ Kirim Hotmeals ke Pengungsi Sudan0
- Lazismu Bagikan Air Bersih ke Warga Jateng0
- RZ Latih Pemuda Peduli Lingkungan 0
Fase tanggap darurat tersebut direncanakan berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan relawan dan sumber daya Muhammadiyah dari berbagai daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Untuk memperkuat layanan kesehatan, MDMC menyiapkan delapan tim Emergency Medical Team (EMT). Relawan dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima juga dikerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Kupang turut terlibat dalam pelayanan bersama masyarakat serta pemerintah setempat.
Ketua Pos Koordinasi MDMC Indrayanto mengatakan penguatan koordinasi menjadi salah satu kunci agar respons kebencanaan dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan.
"Manajemen penanganan darurat ini kami lakukan dengan memperkuat koordinasi di wilayah terdampak dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah. Relawan dari berbagai daerah bersama masyarakat dan pemerintah setempat bahu-membahu memastikan layanan dasar dapat diberikan kepada warga terdampak," ujar dia.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus pelayanan adalah Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 15.00 WITA, tim gabungan masih melakukan pendataan dan verifikasi kondisi warga di empat wilayah pesisir, yakni Desa Naga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota.
Pendataan dilakukan karena wilayah tersebut memiliki jumlah penyintas yang cukup banyak serta mengalami kerusakan bangunan dan infrastruktur. Tim yang terdiri atas mahasiswa KKN Pena UMY, KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, Puskesmas, Koramil, Polsek, dan Camat Sambi Rampas melakukan pendataan sebagai dasar menentukan kebutuhan layanan.
Data yang dihimpun meliputi kondisi korban, kerusakan permukiman, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pendataan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Untuk mendukung pelayanan, Posko Induk didirikan di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Posko tersebut menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup pengobatan, dapur umum, serta layanan informasi dan pendataan warga terdampak.
Sementara itu, Posko Sekretariat yang berlokasi di Kantor SMK Muhammadiyah Manggarai Timur berfungsi mengintegrasikan data dari lapangan. Pendataan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah desa dan kemudian diverifikasi tim lapangan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Berdasarkan pendataan sementara, sejumlah kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas meliputi air bersih, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan balita, tenda keluarga, terpal, selimut, matras, obat-obatan dasar, perlengkapan sanitasi, serta layanan kesehatan keliling.
Melalui program Indonesia Siaga, MDMC dan Lazismu terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa memperoleh bantuan dan layanan dasar selama masa tanggap darurat. Respons tersebut sekaligus menjadi bentuk penguatan solidaritas dan gotong royong untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
Kontributor: Laila
Editor: MAS
Sumber: www.lazismu.org










.png)
.png)