- Yang Tertinggal di Lereng
- Debu Reruntuhan Zura
- Memutus Lingkaran Setan Konglomerasi Kekayaan dan Jerat Kemiskinan
- UIN Jambi Sediakan Beasiswa Internasional
- Ini Dia Aplikasi Satu Beasiswa Berbasis AI
- Ada Beasiswa Agrinas untuk Pemuda Papua
- BI Luncurkan 3 Program Unggulan ISEF
- Zakat Terhambat Fatwa Belum Jadi PMA
- Ada Beasiswa Sandiaga untuk Wirausaha
- Kemenkes Buka Beasiswa Dokter Mata
Ini Dia Aplikasi Satu Beasiswa Berbasis AI

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kalderanews.com
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan portal digital terpadu bernama Satu Beasiswa. Inisiatif inovatif ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan keterbatasan dan ketidakmerataan informasi mengenai peluang beasiswa di Indonesia yang kerap mengemuka di tengah masyarakat.
Melalui platform terpadu ini, seluruh penyedia program beasiswa di Indonesia akan disatukan ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi, efisien, dan transparan. Masyarakat kini sudah dapat mengakses portal digital tersebut secara langsung. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi sebagai pondasi utama pemerataan pendidikan.
Menurut dia, selama ini banyak peluang beasiswa yang tidak terserap secara optimal hanya karena calon mahasiswa kurang memperoleh akses informasi. "Keadilan sosial itu membutuhkan akses, dan syarat utama dari akses adalah akses informasi," ujar Stella Christie saat menghadiri acara Global Scholarship Summit 2026 di Aula Gedung SMESCO Nareswara, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Baca Lainnya :
- Ada Beasiswa Agrinas untuk Pemuda Papua0
- Ada Beasiswa Sandiaga untuk Wirausaha0
- Kemenkes Buka Beasiswa Dokter Mata0
- Ini Beasiswa Advokat untuk 2.000 Pesilat0
- Siap-siap, Beasiswa Garuda Segera Dibuka0
Stella menambahkan bahwa tanpa jembatan informasi yang efektif, anak bangsa tidak akan pernah tahu keberadaan kesempatan berharga yang sebenarnya terbuka luas untuk mereka. Platform Satu Beasiswa mengusung konsep modern untuk memudahkan interaksi antara penyedia dan pencari beasiswa, yakni konsep crowdsourcing terpadu dan rekomendasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Melalui konsep crowdsourcing terpadu, lembaga atau institusi penyedia beasiswa hanya perlu melewati proses verifikasi singkat untuk dapat mengunggah dan mengelola program beasiswa mereka secara mandiri.
Sementara itu, portal ini memanfaatkan keunggulan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mencocokkan kriteria pendaftar dengan kualifikasi program secara presisi. "Kita menggunakan sistem Artificial Intelligence untuk menemukan profil pencari beasiswa dengan program yang tersedia secara otomatis," jelas Stella.
Langkah strategis Kemendiktisaintek ini diharapkan mampu mentransformasi tata kelola beasiswa nasional menjadi lebih transparan, akuntabel, serta tepat sasaran bagi seluruh pelajar di Indonesia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.kalderanews.com











.png)
.png)