- Seabad Gontor: Pancajiwa dan Wakaf Nilai
- Studi Luar Negeri, Kemenag Buka PPSL 2026
- Ini Tips Menembus Beasiswa Inggris
- Rabiul Akhir, Perbanyak Pahala Sedekah
- Bagaimana Sedekah Bisa Menolak Bala?
- Pidana, Ubah Tanah Wakaf Jadi SHM
- Dibuka, Beasiswa Pemko Medan 2026
- Kemdikti Rilis SatuBeasiswa Indonesia
- Ini Skema Beasiswa Rp 17,7 M di UAD
- Superindo dan RZ Tebar 2.900 Paket Donasi
Ini Tips Menembus Beasiswa Inggris

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Umy.ac.id
Kedutaan Besar Inggris Jakarta mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk memanfaatkan peluang Beasiswa Chevening. Program beasiswa dari Pemerintah Inggris ini tidak hanya menawarkan kesempatan kuliah jenjang magister. Namun, juga membentuk kapasitas kepemimpinan dan jejaring global para penerimanya.
Pesan tersebut disampaikan oleh Melisa Kusuma, Manajer Jangkauan Wilayah (Jawa Tengah & Yogyakarta) Tim Kota Kedua dan Jejaring Kedutaan Besar Inggris Jakarta. Dalam sosialisasi Beasiswa Chevening yang digelar oleh Direktorat Kemitraan Global dan Kesiapan Kerja UMY pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Amfiteater Gedung F5 Lantai 2 Kampus UMY.
Melisa menjelaskan bahwa Chevening merupakan program beasiswa internasional Pemerintah Inggris. Beasiswa ini disalurkan melalui Kantor Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) bersama para mitra. Program ini dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang mampu berkontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Baca Lainnya :
- Kemdikti Rilis SatuBeasiswa Indonesia0
- Ini Skema Beasiswa Rp 17,7 M di UAD0
- Cara Dapat Bansos dan Beasiswa LPDP0
- Ini Dia Strategi Menembus Beasiswa0
- Beasiswa, Lazismu UMY Siapkan Rp720 Juta 0
“Belajar di Inggris, memimpin di tanah air, dan menginspirasi dunia. Ketika teman-teman belajar di Inggris menggunakan beasiswa Chevening, Anda diharapkan kembali ke negara asal untuk membawa perubahan positif dari ilmu yang telah didapat,” ujar dia.
Lebih dari Sekadar Beasiswa Pendidikan
Penerima Beasiswa Chevening berkesempatan menyelesaikan studi magister selama satu tahun di universitas ternama Inggris. Selama masa studi, para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan akses pendidikan kelas dunia, tetapi juga kesempatan membangun jejaring profesional bersama akademisi, praktisi, dan komunitas global.
“Para penerima beasiswa ini disiapkan menjadi pemimpin masa depan. Bersama Pemerintah Inggris, mereka akan membantu membangun masyarakat yang tangguh, sejahtera, dan berkelanjutan,” kata dia.
Hingga saat ini, jaringan alumni Chevening telah mencakup lebih dari 60.000 pemimpin dan agen perubahan di berbagai belahan dunia.
Mencari Kandidat Berjiwa Kepemimpinan
Melisa menegaskan bahwa proses seleksi Chevening tidak semata-mata menyoroti capaian akademik, melainkan juga mencari individu yang berpengalaman memimpin, mampu membangun relasi, serta memiliki kepedulian terhadap penyelesaian masalah.
“Peserta yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan keterampilan memengaruhi orang lain sangat disarankan untuk mendaftar beasiswa ini,” jelas dia.
Dia menambahkan, calon penerima beasiswa dituntut memiliki pola pikir yang berorientasi pada solusi. Ketika dihadapkan pada suatu masalah, kandidat sebaiknya tidak hanya terfokus pada kendala, melainkan langsung berfokus mencari jalan keluarnya.
Untuk dapat mendaftar, kandidat harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berasal dari negara penerima Beasiswa Chevening seperti Indonesia, telah memiliki gelar sarjana yang sesuai dengan program magister yang dituju, serta mengantongi pengalaman kerja minimal 2.800 jam atau sekitar dua tahun setelah lulus sarjana.
Esai Menjadi Kunci Seleksi
Dalam sesi pemaparan strategi seleksi, Melisa menekankan pentingnya tahapan penulisan esai. Pelamar diminta menyusun pengalaman nyata secara terstruktur menggunakan metode STAR, yaitu Situation untuk menjelaskan latar belakang masalah, Task untuk menguraikan tanggung jawab yang dihadapi, Action untuk menerangkan langkah konkret yang dilakukan, serta Result untuk menunjukkan dampak atau hasil nyata yang dicapai.
“Jawab pertanyaan secara lugas dan gunakan metode STAR. Sampaikan pengalaman Anda secara jujur dan autentik. Jangan mengarang cerita, karena kejujuran tulisan Anda akan diuji secara mendalam pada tahap wawancara,” tutur dia.
UMY Perkuat Akses Pendidikan Internasional
Penyelenggaraan sosialisasi ini menjadi langkah nyata Direktorat Kemitraan Global dan Kesiapan Kerja UMY dalam memperluas akses informasi pendidikan internasional bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, UMY berharap dapat memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kompetisi global, baik dari sisi akademik, kepemimpinan, maupun jejaring internasional.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.umy.ac.id










.png)
.png)