- Anak Disabilitas Bontang Terima Bantuan Bulanan
- CSR AXA Bedah Rumah Korban Longsor
- Wali Band Konser Amal Palestina
- MUI: Filantropi Solusi Krisis Global
- Bank Sumut Gelar Khitan Gratis
- RZ Berbagi Sepatu untuk Yatim
- Muktamar Al Washliyah Perkuat Zakat
- LPDP Jakarta Buka Jalan S2-S3
- Zurich Syariah Bantu Korban Kebakaran
- Filantropi Opsi Atasi Krisis Iklim
MUI: Filantropi Solusi Krisis Global

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mui.or.id
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mendorong penguatan diplomasi kemanusiaan melalui sinergi yang lebih erat antara diplomasi resmi negara dan lembaga filantropi. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam membantu penyelesaian berbagai krisis dan konflik global melalui pendekatan dialog yang konstruktif.
Gagasan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang bertujuan mematangkan pembahasan isu-isu internasional sebelum pelaksanaan kongres pada akhir Juli mendatang.
Buya Amirsyah menilai, di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks, penyelesaian berbagai konflik global tidak dapat lagi hanya mengandalkan jalur diplomasi formal. Menurut dia, lembaga filantropi perlu dilibatkan secara aktif untuk berjalan berdampingan dengan negara dalam menjalankan misi kemanusiaan. "Penting mengembangkan diplomasi kemanusiaan, yakni sinergi antara diplomasi negara dengan peran lembaga filantropi dalam memperkuat kerja sama ekonomi, politik, dan kemanusiaan lintas negara," ujar dia.
Baca Lainnya :
- 40 Tahun Islamic Relief Bina Yatim Dunia0
- Filantropi UNICEF-IsDB Bidik Mustahik Anak 0
- Anak-Anak Darfur di Titik Kritis0
- IFRC Kirim Donasi Ebola ke Kongo0
- KMI Hiroshima Makmurkan Masjid0
Forum strategis tersebut membahas dua isu utama dalam konteks politik internasional pada tatanan dunia multipolar, yakni taqwiyatul ummah dan siyādat ad-daulah. Buya Amirsyah menegaskan kedua isu tersebut harus menjadi pijakan dalam membangun peradaban global yang berkeadaban dengan berlandaskan paradigma Islam Wasathiyah atau Islam moderat.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus berstatus middle power, Indonesia dinilai memiliki modal yang kuat untuk menjadi jembatan dialog di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional. “Peran ini diharapkan mendapat dukungan kuat dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” ujar dia.
Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan visi tersebut, MUI telah menginisiasi Program Pelatihan Diplomasi Wasathiyah. “Program ini dirancang khusus untuk membekali para calon diplomat dengan nilai-nilai Islam moderat,” ujar dia.
Melalui pelatihan tersebut, MUI berharap dapat melahirkan generasi diplomat yang tidak hanya memperjuangkan kepentingan nasional, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat kerja sama kemanusiaan dan perdamaian antarbangsa. "Kami ingin para diplomat Indonesia tidak hanya membawa kepentingan nasional, tetapi juga membawa misi kemanusiaan dan perdamaian dunia sesuai nilai-nilai Islam Wasathiyah," ujar dia.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.mui.or.id











.png)
.png)