- DD Traktir Anak Yatim Beli Alat Sekolah
- IHH Bantu 3,3 Juta Warga di 66 Negara
- JPZIS Mushala Nurul Hidayah Salurkan ZIS untuk Warga Bogor
- Dari Zakat Konsumtif ke Pemberdayaan Umat
- NU Care–LAZISNU Kirim Bantuan ke Palestina
- Amalan Syawal untuk Jaga Iman Pasca Lebaran
- Wakaf Al-Quran Sinar Mas Perluas Akses Umat
- Seteguk Kopi Filantropi
- Universitas Muhammadiyah Jakarta Santuni 500 Yatim Dhuafa
- Menguatkan Kolaborasi Media untuk Dakwah Zakat
NU Care–LAZISNU Kirim Bantuan ke Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nucare.id
Semangat kepedulian masyarakat Indonesia kembali diwujudkan untuk Palestina pada Ramadan 1447 Hijriah. Melalui NU Care–LAZISNU, berbagai bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga terdampak konflik di sejumlah wilayah, seperti Gaza, Deir Balah, Tepi Barat, hingga Yerusalem.
Berkolaborasi dengan Gazze Destek Dernegi (GDD), NU Care–LAZISNU menyalurkan 1.626 paket buka puasa bersama serta 2.877 paket iftar mandiri bagi para pengungsi di Gaza dan Deir Balah. Selain itu, sebanyak 152 ribu liter air bersih juga didistribusikan untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis air akibat kerusakan infrastruktur.
Di wilayah lainnya, melalui Mitra Global NU Care di Yerusalem, bantuan paket bahan makanan diberikan kepada 1.400 penerima manfaat di Tepi Barat. Tidak hanya itu, 350 paket pakaian Lebaran untuk keluarga serta 1.400 paket Idulfitri juga disalurkan kepada masyarakat di Yerusalem.
Baca Lainnya :
- POROZ Kirim Bantuan Rp16 M ke Palestina 0
- Dompet Dhuada Berdayakan Pengrajin Tahu 0
- Bahagia Anak-Anak Gaza Terima Bantuan Makanan Siap Saji0
- Bantuan ke Gaza, Jauh Panggang Dari Api0
- Indonesia Kirim Bantuan Pangan Rp 200 M ke Gaza0
Direktur Eksekutif NU Care–LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menegaskan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan komitmen kemanusiaan yang telah lama dijalankan oleh lembaganya.
“Ini memang sudah menjadi tradisi NU Care-LAZISNU sejak lama. Sebagai lembaga filantropi Islam di bawah Nahdlatul Ulama, NU Care-LAZISNU memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap nasib warga Palestina yang mengalami penjajahan sejak lama,” kata Riri.
Ia menjelaskan bahwa kondisi di wilayah konflik sangat memprihatinkan, sehingga NU Care–LAZISNU berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Palestina. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas global terhadap mereka yang hidup di tengah krisis.
“Di bulan Ramadan ini warga Palestina juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dunia. Terlebih dengan kondisi mereka yang sangat memprihatinkan—rumah-rumah hancur porak-poranda, tidak ada penghidupan yang layak—sehingga mereka menjadi bagian dari mustahik yang perlu mendapatkan bantuan dari lembaga-lembaga filantropi Islam,” jelasnya.
Riri juga menyampaikan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui jaringan kerja sama internasional yang telah terbangun.
“Melalui organisasi-organisasi ini, bantuan dapat disalurkan secara lebih efektif kepada masyarakat yang membutuhkan. Jaringan yang dimiliki Mitra Global NU Care di Yerusalem dan GDD memungkinkan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur LAZISNU, baik dari masyarakat umum maupun berbagai lembaga yang selama ini mempercayakan amanahnya kepada LAZISNU. Insyaallah amanah tersebut akan kami jaga dan salurkan sebaik-baiknya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Koresponden Kemanusiaan GDD, Hadil Al Muz’anin, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan diprioritaskan bagi kelompok rentan.
“Prioritas dalam pendistribusian diberikan kepada keluarga pengungsi yang tinggal di kamp-kamp, terutama keluarga yang memiliki anak-anak, lansia, dan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga,” jelasnya.
Ia juga menyoroti krisis air bersih di Gaza akibat kerusakan infrastruktur, yang membuat warga sangat bergantung pada bantuan. Selain itu, tim di lapangan menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan mobilitas, situasi keamanan yang tidak stabil, serta meningkatnya jumlah pengungsi.
“Tim lapangan menghadapi beberapa tantangan selama pelaksanaan proyek, di antaranya kesulitan bergerak dan berpindah antarwilayah pengungsian akibat situasi keamanan yang tidak stabil,” ungkapnya.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Mitra Global NU Care di Yerusalem, Abeer Zayyad, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan donasi melalui NU Care-LAZISNU. Berkat dukungan tersebut, berbagai bantuan ini menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit akibat perang yang masih berlangsung di Palestina. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur,” ujarnya.
Kontributor: Daffa Atha
Editor: MAS
Sumber: www.nucare.id








.jpg)
.png)
.png)