- ASMI Panen Melon dari Program Wakaf Produktif
- Jateng Buka Beasiswa Santri dan Mahasantri
- Yayasan Zakat Alam Ubah Sampah Pasar Jadi Pupuk
- Bank Aceh Sigli Berzakat Rp400 Juta Dividen Rp2,62 M
- Baznas dan BKKBN Bentuk Zakat Community Development
- Deddy Corbuzier Bantu Korban Gempa NTT
- RZ Buka Dapur Umum Nagekeo
- Gempa, 1.137 Porsi untuk Penyintas
- Relawan RZ Dilatih Vertical Rescue
- DT Peduli Bantu Ratusan Warga Sikka
Yayasan Zakat Alam Ubah Sampah Pasar Jadi Pupuk

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Viva.co.id
Timbunan sampah pasar yang kerap menjadi persoalan lingkungan kini mulai dipandang dari sudut berbeda: sebuah peluang menuju keberlanjutan.
Langkah kreatif inilah yang diusung oleh Yayasan Muda Inspirasi Restorasi Zakat Alam Provinsi Lampung melalui inovasi pengolahan limbah organik menjadi pupuk bermanfaat.
Inisiatif lingkungan tersebut mendapat apresiasi hangat dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menerima audiensi jajaran pengurus yayasan di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (18/8/2026).
Baca Lainnya :
- RZ Dorong Pemuda Peduli Lingkungan0
- UI dan Baznas Bangun Ekosistem Zakat Seniman0
- BSI Raih Penghargaan untuk Green Zakat0
- Lilawangsa Run Himpun Donasi Rumah Ibadah0
- RZ Gelar Workshop Pengelolaan Sampah0
Jihan menegaskan bahwa tantangan pengelolaan sampah di bumi Ruwa Jurai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan aktif komunitas, yayasan, hingga aktivis lingkungan menjadi salah satu penentu keberhasilan menjaga kelestarian daerah.
"Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman dari organisasi, yayasan, aktivis lingkungan, dan pihak lainnya yang membantu mengelola sampah di Lampung," ujar Jihan Nurlela.
Menurut dia, karakter sampah pasar yang didominasi bahan organik memiliki potensi besar untuk diolah secara produktif. Namun, dia memberi catatan bahwa kunci keberlanjutannya terletak pada ekosistem pengolahan yang terintegrasi dari hilir ke hulu.
Diperlukan alur yang rapi mulai dari pemilahan awal di lapak pedagang, pengumpulan, pengangkutan, hingga tahap pemrosesan akhir. Selain itu, sinergi yang kokoh antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemkab/Pemkot menjadi fondasi penting mengingat lokus operasional pasar berada di wilayah kabupaten/kota.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, sangat terbuka terhadap gagasan dan gagasan segar yang dapat diimplementasikan demi mempercepat penanganan limbah di daerah. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Muda Inspirasi Restorasi Zakat Alam Provinsi Lampung, Adyanta, memaparkan bahwa program ini dirancang untuk menekan volume limbah yang terbuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Hasil sampingannya berupa pupuk organik dapat langsung diserap oleh sektor pertanian lokal. Pihaknya berharap mendapat dukungan dari pemerintah daerah terkait skema pasokan sampah organik pasar, penguatan sarana pengolahan, hingga bantuan jaringan distribusi produk pupuk hasil olahan.
Melalui kolaborasi harmonis antara pemerintah, pengelola pasar, pedagang, dan komunitas, limbah pasar tidak lagi sekadar menjadi tumpukan masalah, melainkan penopang ketahanan pangan sekaligus pelindung lingkungan Lampung di masa depan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.viva.co.id










.png)
.png)