- 28 Dai Siap Berdakwah hingga Pelosok Maluku
- Menteri ATR Tuntaskan Sertifikasi Wakaf
- DD Bangun Masjid di Chiba Jepang
- Danantara Ajak BUMN Berzakat via BAZNAS
- RZ Cetak Relawan Siaga Bencana
- PFI Dukung Zakat Pengurang Pajak
- Filantropi sebagai Akselerator Bonus Demografi Indonesia
- Garut Buka Beasiswa Sarjana untuk Desa
- Dhuafa, Arifin Lolos UGM dengan Beasiswa
- TIKI Berinfak Renovasi Musala via Baznas
DD Bangun Masjid di Chiba Jepang

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Sekitar 400 jemaah memadati Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur dalam Safari Dakwah bersama Ketua Chiba Islamic Cultural Center (CICC) Jepang, Dr. Hajj Kyoichiro Sugimoto, Ph.D. Kegiatan yang diselenggarakan Dompet Dhuafa tersebut menjadi ajang berbagi informasi mengenai perkembangan Islam di Jepang sekaligus mengajak masyarakat Indonesia mendukung pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba.
Didampingi istrinya, Sugimoto Sensei membagikan kisah hidupnya sebagai mualaf sekaligus perjalanan dakwah yang telah dijalani selama lebih dari dua dekade. Sejak memeluk Islam pada 1997, dia mendedikasikan diri untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat Jepang melalui pendekatan yang santun, dialog terbuka, dan pendidikan.
Hingga kini, Sugimoto Sensei telah menggelar sekitar 6.000 kelas Islam, lebih dari 100 kegiatan dakwah, mengunjungi 45 prefektur di Jepang, membimbing sekitar 280 orang mengucapkan syahadat, serta mendistribusikan 40.000 Al-Qur'an terjemahan bahasa Jepang agar masyarakat lebih mudah memahami ajaran Islam. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk memperkenalkan Islam secara benar dan terbuka kepada masyarakat Jepang.
Baca Lainnya :
- Yatim Penerima Program IHH Naik 58 Persen0
- IHH Kirim Tujuh Truk Bantuan ke Iran0
- IHH Rayakan Kelulusan Anak Yatim0
- MUI: Filantropi Solusi Krisis Global0
- 40 Tahun Islamic Relief Bina Yatim Dunia0
Dalam pemaparannya, Sugimoto Sensei menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat Jepang masih belum mengenal Islam. Sekitar 63,3 persen penduduk Jepang mengaku tidak beragama, sedangkan jumlah Muslim diperkirakan baru mencapai sekitar 0,3 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan dakwah di Negeri Sakura.
“Muslim di Jepang adalah minoritas. Sebanyak 99,7 persen penduduk Jepang bukan Muslim, hanya sekitar 0,3 persen yang beragama Islam. Karena itu, kami membutuhkan tempat untuk beribadah, belajar, berdakwah, dan membina para mualaf,” ujar dia.
Menurut dia, tantangan dakwah di Jepang tidak berhenti setelah seseorang mengucapkan syahadat. Banyak mualaf masih membutuhkan pendampingan, pendidikan agama, serta lingkungan yang dapat membantu mereka bertumbuh sebagai Muslim. Dia menilai masjid bukan hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan, dakwah, dan tempat membangun komunitas sehingga para mualaf memperoleh teman, guru, dan keluarga baru dalam Islam.
Sugimoto Sensei juga membagikan perjalanan spiritualnya sebelum memeluk Islam. Dia mengaku berulang kali membaca Al-Qur'an dalam bahasa Jepang untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang muncul dalam dirinya.
“Saya membaca Al-Qur’an dalam bahasa Jepang berkali-kali. Saya memiliki banyak pertanyaan. Setelah mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, akhirnya saya memutuskan mengucapkan syahadat,” ujar dia.
Melihat kebutuhan umat Islam di Jepang yang terus meningkat, Dompet Dhuafa bersama Rumuuichi dan sejumlah mitra di Indonesia menginisiasi pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba. Masjid tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai Islamic Cultural Center yang berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan Islam, pembinaan mualaf, serta ruang dialog antara masyarakat Muslim dan non-Muslim.
Direktur Resources Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, mengatakan antusiasme jemaah dalam Safari Dakwah menjadi bukti besarnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara Muslim di Jepang.
“Alhamdulillah sekitar 400 jemaah hadir dan sangat antusias mendengarkan perkembangan Islam di Jepang. Mereka juga mengetahui bahwa para mualaf di sana masih sangat membutuhkan fasilitas ibadah. Karena itu, Dompet Dhuafa bersama Rumuuichi dan berbagai lembaga di Indonesia menginisiasi pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba. Kami berharap masjid ini menjadi Islamic Cultural Center yang menghadirkan manfaat, menjadi rumah yang aman bagi umat Islam, sekaligus ruang pertukaran budaya antara masyarakat Jepang dan Indonesia,” ujar dia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan sesi serah terima donasi dari jemaah Masjid Darussalam. Dukungan terhadap kolaborasi pembangunan masjid ini akan terus dibuka hingga tiga bulan ke depan. Bendahara Umum Yayasan Darussalam Kota Wisata (YDKW), Budi Kristiyana, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Masjid Darussalam dan Dompet Dhuafa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas kerja sama dalam dakwah dan pembangunan masjid di Jepang. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi keberlangsungan umat Islam, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia,” ujar dia.
Bagi para peserta, Safari Dakwah tersebut memberikan perspektif baru mengenai dakwah di negara dengan jumlah Muslim yang masih minoritas. Salah seorang jemaah, Happy, mengaku memperoleh pelajaran berharga dari kisah Sugimoto Sensei.
“Saya mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana berdakwah kepada masyarakat Jepang. Yang paling penting adalah kita harus menjadi Muslim yang baik, menjaga ibadah, dan menunjukkan akhlak yang baik. Dari situlah Islam dapat dikenal dengan benar,” ujar dia.
Menutup Safari Dakwah, Sugimoto Sensei menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukung perkembangan Islam di Jepang serta mengajak seluruh pihak terus mendukung pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia, para donatur, dan seluruh mitra Dompet Dhuafa yang telah mendukung pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Chiba. Saya berharap masjid ini menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan tempat berkumpulnya masyarakat. Semoga Allah menerima setiap sedekah dan memberikan balasan yang terbaik,” kata dia.
Safari Dakwah di Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur menjadi pengingat bahwa perjuangan dakwah tidak mengenal batas negara. Kehadiran sebuah masjid diharapkan menjadi pusat pembinaan mualaf, tempat lahirnya harapan, sekaligus jembatan untuk memperkenalkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Masyarakat Indonesia juga memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari ikhtiar tersebut. Setiap dukungan yang diberikan diharapkan menghadirkan manfaat berkelanjutan, tidak hanya berupa tempat ibadah, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat Jepang untuk mengenal Islam lebih dekat.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org

.jpg)








.png)
.png)