- 28 Dai Siap Berdakwah hingga Pelosok Maluku
- Menteri ATR Tuntaskan Sertifikasi Wakaf
- DD Bangun Masjid di Chiba Jepang
- Danantara Ajak BUMN Berzakat via BAZNAS
- RZ Cetak Relawan Siaga Bencana
- PFI Dukung Zakat Pengurang Pajak
- Filantropi sebagai Akselerator Bonus Demografi Indonesia
- Garut Buka Beasiswa Sarjana untuk Desa
- Dhuafa, Arifin Lolos UGM dengan Beasiswa
- TIKI Berinfak Renovasi Musala via Baznas
Menteri ATR Tuntaskan Sertifikasi Wakaf

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Memorandum.disway.id
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama 28 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik pada Kamis, 9 Juli 2026.
Melalui kerja sama tersebut, Kementerian ATR/BPN mengajak seluruh civitas akademika di Sulawesi Selatan berperan aktif membantu penyelesaian persoalan pertanahan, terutama dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf melalui program KKN Tematik.
"Dengan kerja sama MoU ini, semoga kekurangan sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf di Sulawesi Selatan tahun depan bisa dikeroyok 28 kampus. Mudah-mudahan selesai dalam waktu satu tahun. Saya mohon bantuan Bapak-Bapak Rektor agar KKN Tematik ini betul-betul memiliki KPI yang jelas dan berdampak kepada masyarakat," ujar dia.
Baca Lainnya :
- Ditutup, FESyar Catat Transaksi Rp14,7 M0
- Wakaf Bisa Disertifikat Meski Wakif Wafat0
- BRK Syariah Luncurkan Wakaf CWLD0
- Pemerintah Perkuat Sertifikasi Tanah Wakaf 0
- Setop Ruislag Wakaf Sembarangan0
Menurut dia, capaian sertifikasi tanah wakaf di Sulawesi Selatan masih relatif rendah. Dari sekitar 18 ribu bidang tanah wakaf yang tercatat dalam Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama, baru 4.516 bidang atau sekitar 24,87 persen yang telah memiliki sertifikat. Persentase tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai sekitar 58 persen.
Secara nasional, Kementerian ATR/BPN menargetkan seluruh tanah wakaf di Indonesia telah bersertifikat pada 2028. Pelibatan perguruan tinggi melalui program KKN Tematik menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat pencapaian target tersebut.
Model KKN Tematik sebelumnya telah diterapkan oleh Universitas KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dalam waktu tiga bulan, mahasiswa peserta KKN Tematik dari perguruan tinggi tersebut berhasil membantu penyelesaian sertifikasi sebanyak 2.487 bidang tanah wakaf.
"Harapan saya, tahun depan saat datang lagi ke Sulawesi Selatan, sertipikat tanah wakaf dan tempat ibadah semua agama di Sulawesi Selatan sudah mencapai 100 persen atau minimal mendekati 100 persen," ujar dia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Wartomo, menyerahkan 83 sertifikat tanah wakaf kepada sejumlah penerima. Sertifikat tersebut diperuntukkan bagi tanah masjid, musala, yayasan, serta berbagai tempat ibadah lainnya yang berada di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Upaya percepatan sertifikasi tanah wakaf tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), Muammar Bakry. Menurut dia, keberadaan tanah memiliki arti yang sangat penting, bukan hanya dari sisi hukum, tetapi juga dalam perspektif keagamaan. Karena itu, dia menilai langkah Kementerian ATR/BPN mempercepat sertifikasi tanah wakaf merupakan strategi penting untuk melindungi aset umat.
"Salah satu makna dari doa salamatan fiddinitu adalah selamat rumah ibadah kita dari orang-orang yang ingin menyerobot tanah kita. Jadi kalau masjid dan pesantren kita sudah ada sertipikat wakafnya, itu sudah salamatan fiddin namanya. Dan itu menurut info, program ini gratis," ujar dia.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Nusron didampingi Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Andi Tenri Abeng, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja Ana Anida, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Yoga Suwarna, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Bahrun Munawir, serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.memorandum.disway.id

.jpg)








.png)
.png)