- BWI Percepat Sertifikasi Wakaf
- Aura Spiritual Dari Pesantren Gemilang
- Alumni Beasiswa Bergerak untuk Kemandirian
- Rumah Runtuh, Komarudin Dapat Bantuan
- DD Santuni Keluarga Korban Demo
- Dompet Dhuafa Berbagi Masker Karhutla
- Yatim Jombang Dapat Donasi BCA
- IZI dan Toyobo Tebar Sembako
- Siswa Aliyah Galang Dana NTT
- Air Mata Himalaya
Dompet Dhuafa Berbagi Masker Karhutla

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian, salah satunya terlihat dari sebuah video yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut tampak seorang bayi berusia dua bulan mengalami batuk hingga tersedak yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
Keterangan yang menyertai video menjelaskan bahwa kondisi kesehatan bayi tersebut mengalami penurunan setelah kabut asap menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya. Ia dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti batuk, muntah, kesulitan tidur, sesak napas, serta kesulitan menyusu. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan berat badannya mengalami penurunan cukup drastis. Gambaran tersebut menunjukkan bagaimana kabut asap dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Kabut asap karhutla telah menyelimuti sejumlah kawasan di Kalimantan selama sekitar dua bulan, sejak awal atau pertengahan Juli hingga Agustus 2026. Kebakaran yang melanda ribuan hektare lahan tersebut turut memicu memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah hingga mencapai tingkat yang membahayakan.
Baca Lainnya :
- Siswa Aliyah Galang Dana NTT0
- Bali Kirim Sembilan Truk Bantuan ke NTT0
- Warga Gunungkidul Dapat Bantuan Air Bersih0
- Paragon Berbagi di Manggarai Barat0
- Shopee Peduli Berdonasi untuk NTT0
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), indeks 0–50 dikategorikan sebagai udara baik, sedangkan angka 51–100 masuk kategori sedang. Sementara itu, rentang 101–200 termasuk kategori tidak sehat karena dapat memberikan dampak merugikan bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Data pada laman ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per Ahad (30/8/2026) pukul 18.00 WIB menunjukkan tingginya pencemaran udara di sejumlah wilayah Kalimantan. Kalimantan Tengah tercatat memiliki indeks 893, disusul Kalimantan Barat dengan 721, Kalimantan Timur 300, dan Kalimantan Selatan 289. Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap saluran pernapasan menjadi semakin penting, termasuk melalui penggunaan masker saat berada di luar ruangan.
Sebagai bagian dari respons kemanusiaan, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan masker kepada masyarakat terdampak kabut asap. Pembagian dilakukan pada Ahad (30/8/2026) kepada warga di Dusun Lintang Batang, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Upaya tersebut telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 21 Agustus 2026. Hingga 30 Agustus, DMC Dompet Dhuafa telah mendistribusikan sekitar 1.000 masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap di kawasan Sungai Ambawang. Eka Suwandi, Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa distribusi masker dilakukan setiap hari sebagai bentuk respons terhadap kondisi warga.
“DMC Dompet Dhuafa membagikan masker setiap harinya sejak 21 Agustus 2026 lalu. Terhitung hingga hari ini ada sekitar 1000 masker yang telah dibagikan ke warga terdampak kabut asap di wilayah Sui Ambawang,” jelas Eka Suwandi, Kabag Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa.
Selain membagikan masker, DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Umat juga menghadirkan layanan pos medis di Dusun Lintang Batang. Layanan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan penanganan akibat paparan kabut asap.
Respons di lapangan juga mencakup upaya pemadaman karhutla di wilayah Kubu Raya yang masih ditemukan sejumlah titik panas. Eka menyampaikan bahwa rangkaian aksi tersebut merupakan ikhtiar untuk membantu mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak bencana karhutla.
“Kami juga masih turun dalam aksi pemadaman karhutla di wilayah Kubu Raya yang masih banyak terdapat titik panas. Semoga ikhtiar kami bisa membantu mengurangi beban yang diderita warga terdampak karhutla,” ungkap Eka.
Upaya penanganan yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Umat menunjukkan bahwa respons terhadap karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan dan penanganan kesehatan masyarakat. Distribusi masker, layanan medis, hingga keterlibatan dalam pemadaman menjadi bagian dari langkah kemanusiaan untuk membantu warga menghadapi ancaman kabut asap.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org










.png)
.png)