- Wakaf, Ini Cara Virtual ala Sibolga
- Mendes Sosialisasi Beasiswa Pemuda Desa
- Rumah Mustahik Bukittinggi Direnov
- Kemenag: Lembaga Zakat Bantu Karhutla
- RZ Tebar Superqurban di NTT
- Bulog Siapkan Beras Darurat Gempa NTT
- Baznas Tebar 1.900 Porsi Makanan di NTT
- Ubah Fundraising dari Transaksional ke Spiritual
- Lazismu Sulsel Siapkan Amil Hadapi Tantangan Filantropi
- Ummah Nigeria Luncurkan EasyZakat
Kemenag: Lembaga Zakat Bantu Karhutla

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mediaindonesia.com
Kementerian Agama (Kemenag) mendorong keterlibatan lembaga pengelola zakat dalam memperkuat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Dana zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya dinilai dapat dioptimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pemulihan lingkungan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa keterlibatan lembaga zakat dalam penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan aspek kemanusiaan, tetapi juga memiliki dimensi ekologis.
"Dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen perlindungan dan pemberdayaan masyarakat ketika bencana mengancam kebutuhan dasar mereka," kata dia di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Baca Lainnya :
- Bulog Siapkan Beras Darurat Gempa NTT0
- Baznas Tebar 1.900 Porsi Makanan di NTT 0
- Ummah Nigeria Luncurkan EasyZakat 0
- Baznas Bangun Masjid Darurat di NTT0
- PMA 10/2025 Perkuat Manajemen Baznas 0
Dia menjelaskan, dampak karhutla tidak sebatas kerusakan lahan. Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengancam kesehatan, mengganggu aktivitas warga, merusak hunian, hingga menghambat sumber mata pencaharian masyarakat.
"Dalam konteks karhutla, yang kita jaga bukan hanya keselamatan manusia dari asap dan api, tetapi juga keberlangsungan hunian, kesehatan, sumber penghidupan, serta lingkungan yang menjadi ruang hidup masyarakat," lanjut dia.
Menurut dia, pemanfaatan dana sosial keagamaan untuk penanganan bencana sejalan dengan konsep ekoteologi Islam dan tujuan maqashid syariah, khususnya hifz al-nafs atau menjaga jiwa.
Dia menilai kondisi masyarakat yang terpapar asap pekat, mengalami gangguan pernapasan, serta menghadapi terbatasnya jarak pandang membutuhkan respons yang cepat dan menyeluruh. Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga pemulihan setelah bencana.
"Skema dana umat diarahkan secara fleksibel, mulai dari layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pemulihan hunian, hingga dukungan rehabilitasi lingkungan," jelas dia.
Waryono juga mengapresiasi langkah sejumlah lembaga pengelola zakat yang telah turun membantu masyarakat terdampak karhutla. Salah satunya Rumah Zakat Action yang menerjunkan relawan ke sejumlah lokasi terdampak bersama unsur penanggulangan bencana lainnya.
Relawan melakukan asesmen kebutuhan warga, koordinasi di lapangan, serta membantu proses pemadaman, termasuk di kawasan gambut yang sulit dijangkau. Penanganan tersebut dilakukan di tengah kondisi asap pekat yang berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Selain mengerahkan relawan, Rumah Zakat Action menyiagakan ambulans selama 24 jam dan mendirikan Posko Segar untuk membantu warga yang terdampak kabut asap. Bantuan kebutuhan mendesak juga disalurkan, antara lain masker N95, tabung oksigen, serta alat pelindung diri (APD) bagi relawan.
Waryono menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menangani karhutla yang dilakukan melalui operasi Satgas Darat dan Udara.
"Keterlibatan pengelola zakat memperkuat operasi skala besar yang dipimpin Satgas Darat dan Udara pemerintah daerah. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan orkestrasi bersama antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.mediaindonesia.com










.png)
.png)