- CSR Biayai JKN 4.473 Warga Rentan
- Mesir Bela Palestina di Piala Dunia
- Lazismu Tebar Beasiswa ke 127 Pelajar DIY
- BRK Syariah Luncurkan Wakaf CWLD
- KUA Kembangkan Kampung Zakat
- MUI Dorong Zakat Pengurang Pajak
- Filantropi ZIS dan Pendidikan Keluarga Jadi Kunci Reformasi Hukum Islam
- BAZNAS Berdayakan Batik Produk ODGJ
- Yatim Penerima Program IHH Naik 58 Persen
- Pemerintah Perkuat Sertifikasi Tanah Wakaf
KUA Kembangkan Kampung Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dki.kemenag.go.id
Upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui program Kampung Zakat Berbasis Masjid di Kecamatan Tanjung Priok mulai digerakkan. Para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Tanjung Priok melakukan kunjungan sekaligus bersilaturahmi dengan warga Kampung Bayam, Papanggo, pada Senin (7/7/2026).
Kunjungan para Penyuluh Agama Islam yang berada di bawah koordinasi Kepala KUA Kecamatan Tanjung Priok tersebut juga bertujuan mengidentifikasi peluang serta memetakan potensi pengembangan Kampung Zakat di kawasan tersebut.
"Tujuan kami ke Kampung Bayam ini adalah untuk bersilaturahmi sekaligus melihat potensi kampung untuk dijadikan Kampung Zakat sesuai arahan Kakankemenag Kota Jakarta Utara," kata dia yang diwakili oleh Robiatul Adawiyah mewakili para penyuluh.
Baca Lainnya :
- BMH Bantu Pengobatan Santri Yatim di Seluma 0
- Ribuan Liter Air Wakaf Ditebar di NTB0
- Bank Sumut Gelar Khitan Gratis 0
- YBM PLN IZI Riau Gelar Khitan Massal0
- Yatim Karanganyar Dapat Alat Sekolah0
Sebelumnya, beredar informasi bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kampung Bayam, Papanggo, telah berjalan dengan baik. Bahkan disebutkan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh salah satu lembaga di wilayah tersebut sudah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, Robiatul Adawiyah menyampaikan bahwa informasi mengenai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kampung Bayam yang telah dikelola dengan baik tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. "Kabar bahwa UPZ di Kampung Bayam sudah terkelola dengan baik adalah tidak tepat. Justru, kami melihatnya lebih layak dijadikan sebagai Kampung Ekoteologi," ujar dia selaku PIC Wilayah Papanggo.
Meski demikian, kedatangan para Penyuluh Agama Islam, di antaranya Dani Hidayat, Agus Ariyanto, dan M. Farhan, mendapat sambutan positif dari pemerintah maupun warga setempat. Masyarakat bahkan berharap kehadiran para penyuluh dapat menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan yang selama ini belum pernah dilaksanakan di Kampung Bayam. "Kepada kami mereka meminta agar diadakan majelis ta'lim bagi kaum bapak dan ibu dan pengajian untuk anak-anak," ujar dia.
Robiatul Adawiyah bersama rekan-rekannya menegaskan komitmennya untuk menghidupkan aktivitas keagamaan di Kampung Bayam dengan dukungan dari pihak JakPro dan pemerintah kelurahan setempat. "Insya Allah, doakan kami untuk dikuatkan dan diistiqomahkan dalam syiar agama ini," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dki.kemenag.go.id

.jpg)








.png)
.png)