- Lazismu Bagikan Air Bersih ke Warga Jateng
- CSR, 40 Mahasiswa Raih Beasiswa IBLF
- Jangan Jadikan Zakat Bancakan Politik
- Zakat Berdayakan Nelayan Komodo
- RZ Latih Pemuda Peduli Lingkungan
- Potensi Zakat Batang Hari Rp 16 M
- Media Gerakkan Kebaikan via Jurnalisme Filantropi
- Lilawangsa Run Himpun Donasi Rumah Ibadah
- Elon Musk Siap Donasikan Seluruh Kekayaan
- Baznas Bantu Pemberdayaan Pesantren Rp871 Juta
Mahasiswa Jepara Mandiri Berkat ZCoffee

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional melalui program ZCoffee berhasil mendorong kemandirian ekonomi mahasiswa. Salah satu penerima manfaatnya adalah Muhammad Alfa Khoiruzzulfa, mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, yang kini mampu membiayai kuliah sekaligus memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Mahasiswa yang akrab disapa Alpeng tersebut menjalankan usaha sebagai barista ZCoffee di lingkungan kampus. Dari usaha itu, ia mampu meraih omzet harian berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa program ZCoffee merupakan salah satu upaya pemberdayaan mustahik, termasuk dari kalangan mahasiswa. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4/2026), ia mengapresiasi keberhasilan Alpeng dalam mengelola usaha tersebut.
Baca Lainnya :
- Dibantu BAZNAS Usaha Neneng Raih Belasan Juta0
- RZ Distribusi Tas Sekolah untuk Anak Dhuafa 0
- RZ Mandirikan Petani Lewat Ternak Kambing0
- DD Traktir Anak Yatim Beli Alat Sekolah 0
- Universitas Muhammadiyah Jakarta Santuni 500 Yatim Dhuafa 0
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, mahasiswa dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang tangguh. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS terus mendorong pengelolaan zakat agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
Program ZCoffee, lanjutnya, tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga sarana pembelajaran kewirausahaan. Melalui program ini, mahasiswa dibekali kemampuan dalam manajemen usaha, pelayanan konsumen, hingga pengelolaan keuangan secara sederhana namun efektif.
BAZNAS juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan berbasis zakat, termasuk ZCoffee, ke berbagai daerah. Subhan berharap kisah Alpeng dapat menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya untuk terus berusaha dan memanfaatkan peluang yang ada.
Sementara itu, Alpeng mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Sebagai mahasiswa perantau, ia merasakan langsung manfaat program tersebut dalam menunjang kebutuhan hidup dan biaya pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa dari booth kecilnya, rata-rata sekitar 25 cup minuman terjual setiap hari dengan omzet sekitar Rp350 ribu, bahkan bisa mencapai Rp500 ribu pada hari tertentu. Menu Banana Coffee dan Butterscotch menjadi favorit mahasiswa, sementara Matcha lebih banyak diminati mahasiswi.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id











.png)
.png)