Operasional Haji 2026 Resmi Ditutup

By Revolusioner 02 Jul 2026, 07:44:27 WIB Z-Travel
Operasional Haji 2026 Resmi Ditutup

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Haji.go.id


Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf secara resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi setelah seluruh jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air pada Rabu (1/7/2026).

Penutupan operasional ditandai dengan kedatangan kelompok terbang (kloter) terakhir, UPG-43, yang mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 17.05 WITA dengan membawa 242 jemaah. Kedatangan kloter tersebut sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf ujar dia di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/7/2026), bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, dia menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir.

Baca Lainnya :

Selama penyelenggaraan haji 2026, pemerintah memberangkatkan 527 kelompok terbang yang mengangkut 202.636 jemaah haji reguler melalui 16 embarkasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus beserta 1.016 petugas haji khusus.

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga menghadapi tantangan besar dalam memberikan pelayanan kepada jemaah dengan berbagai karakteristik. Tercatat terdapat 44.247 jemaah lanjut usia, 170.700 jemaah berisiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus, dan 275 pengguna kursi roda. Pemerintah menyiapkan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, pembinaan ibadah, hingga pelayanan kesehatan guna memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Selama operasional berlangsung, pemerintah mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan. Selain itu, sebanyak 15.212 bus antarkota perhajian dan 11.990 perjalanan bus shalawat dioperasikan untuk melayani mobilitas jemaah. Layanan kesehatan juga diperkuat melalui tenaga kesehatan di setiap kloter, klinik satelit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia, hingga kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi.

Pada aspek tata kelola, Kementerian Haji dan Umrah menghadirkan sejumlah pembaruan, antara lain penerapan alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji tanpa mengurangi mutu pelayanan, penambahan embarkasi fast track, digitalisasi layanan, serta penyelesaian lebih awal berbagai kontrak pelayanan di Arab Saudi.

Meski operasional haji telah ditutup, pemerintah memastikan pelayanan kepada jemaah masih terus berlangsung. Saat ini masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah akan terus memberikan pendampingan hingga seluruh jemaah dinyatakan layak terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia. Di sisi lain, proses klaim asuransi bagi jemaah yang wafat juga tetap diproses sesuai ketentuan.

Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa berakhirnya operasional haji bukan berarti berakhirnya upaya peningkatan kualitas pelayanan. Dalam waktu dekat, Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan guna menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya.

Dia mengatakan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama berkaitan dengan layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Menurut dia, seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji pada masa mendatang semakin profesional, aman, nyaman, serta berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Pada kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, media massa, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Selain itu, apresiasi turut diberikan kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang mampu menjaga ketertiban, kesabaran, dan semangat saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menteri Haji dan Umrah ujar dia berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur, menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun sosial, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus menjadi penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang semakin profesional, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan jemaah.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.haji.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment