PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadan

By Revolusioner 25 Feb 2026, 13:56:47 WIB Z-Style
PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nucare.id


Program Safari Ramadhan 1447 H resmi diluncurkan PCNU Pringsewu, Lampung, pada Ahad (22/02/2026), yang dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Gedung NU, Jalan Raya Lintas Barat, Pagelaran, Pringsewu, Lampung.

Ketua PCNU Pringsewu, H. Muhammad Faizin, menyampaikan bahwa rangkaian Safari Ramadhan tahun ini akan digelar di 13 titik. Bantuan sembako tersebut bersumber dari penghimpunan dana NU Care-LAZISNU Pringsewu. Ia menegaskan, “Kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan tradisi tahunan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai keagamaan di jam’iyyah Nahdlatul Ulama.”

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Pringsewu, KH Hambali, pihaknya menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas dakwah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Ia juga mengatakan, “Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat jamaah sekaligus mengokohkan jam’iyyah. Melalui Safari Ramadhan, kami ingin memastikan bahwa PCNU hadir di tengah-tengah umat, menyapa Nahdliyin, sekaligus menyerap aspirasi dari bawah,” dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Jihad Sore atau Ngaji Ahad Sore.

Baca Lainnya :

H. Faizin menambahkan, pelaksanaan di 13 lokasi tersebut merupakan bentuk pemerataan layanan organisasi. Setiap kunjungan akan diisi dengan tausiyah, silaturahim bersama pengurus MWCNU dan Ranting NU, serta penguatan program sosial keumatan.

Pada kesempatan yang sama, Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi Saddat mengulas kandungan ayat 183 Surah Al-Baqarah tentang kewajiban puasa sebagai jalan menuju ketakwaan. Ia menjelaskan bahwa puasa telah menjadi tradisi para nabi sebelum Nabi Muhammad saw, meski dengan tata cara yang berbeda-beda, seperti puasa Ayyamul Bidh yang dikaitkan dengan Nabi Adam, puasa Asyura yang dijalankan Nabi Musa, puasa Daud yang dilakukan selang-seling, serta puasa Maryam yang berupa menahan diri dari berbicara.

Kontributor: Daffa Atha
Editor: MAS



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment