Pesantren Al Hikam Dapat Beasiswa Bahasa Korea

By Revolusioner 14 Agu 2026, 07:43:24 WIB Z-Academy
Pesantren Al Hikam  Dapat Beasiswa Bahasa Korea

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mediaindonesia.com


Yayasan Tahfidz Zawiyah Indonesia dan Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam Depok, Jawa Barat, bekerja sama dengan sebuah perusahaan penyedia layanan teknologi UBT (Ubiquitous Based Test) & U-LMS (Ubiquitous Learning Management System) di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Depok, Jabar, pada Kamis (13/8/2026).

Pelatihan bahasa Korea dilakukan selama dua semester. Program pelatihan bahasa Korea secara intensif yang disokong pendanaan sebuah perusahaan elektronik lewat program corporate social responsibility ini, pada tahap awal, diperuntukkan bagi sekitar 250 santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam.

Adapun tujuannya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan melalui penguatan sumber daya manusia. Program ini merupakan kelanjutan dari Second Track Diplomacy atau jalur diplomasi non-pemerintah yang telah terjalin lama.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Depok, KH Muhammad Yusron Shidqi menyebutkan hubungan emosional dan historis antara Korea dan Indonesia berakar kuat sejak 2007. Saat itu, pendiri Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang dan Depok, KH Ahmad Hasyim Muzadi, memainkan peran krusial dalam negosiasi pembebasan sembilan belas warga negara Korea yang disandera di Afghanistan. Atas dedikasi tersebut, kedekatan ini terus dipelihara hingga saat ini melampaui hubungan formal di atas kertas.

Chairman Yong Ma Electronics, Ma Yong-do menekankan bahwa penguasaan bahasa kunci utama mengenal dunia yang lebih luas. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa Korea dari tingkat dasar hingga lanjut.

"Ini bukan hanya tentang penyerahan beasiswa saja, tetapi agar para siswa dapat mengenal dunia luas melalui bahasa Korea dan mulai merancang masa depan mereka sendiri," ujar dia.

Ma Yong-do tambah dia bahwa melalui kemampuan ini, peluang karir di perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia maupun kesempatan belajar di luar negeri akan terbuka lebar bagi para santri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI, Farid Septian menyambut baik inisiatif ini untuk mengembangkan kerja sama tripartit di masa depan.

"Jika Korea membawa K-Pop ke sini, maka Indonesia dapat memperkenalkan nilai-nilai Islam Wasathiyah melalui jembatan pendidikan ini," ungkap dia.

Setelah melewati kursus dasar selama setahun, program beasiswa ini dilanjutkan dengan program karir terintegrasi ke jalur bekerja di Korea, studi di Korea, dan bekerja di perusahaan Korea di Indonesia.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment