RZ Perkuat Kelembagaan Rumah Mangrove

By Revolusioner 31 Jul 2026, 10:49:57 WIB LAZ
RZ Perkuat Kelembagaan Rumah Mangrove

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kompasiana.com


Rumah Zakat memperkuat kelembagaan Rumah Mangrove Marunda melalui rapat kerja, pemilihan ketua, serta pengukuhan pengurus dan pembina periode 2026--2029 yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Ahad (26/7).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun gerakan konservasi mangrove berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Mengusung tema "Menguatkan Kolaborasi, Membangun Aksi Nyata, untuk Mangrove Berkelanjutan", kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, dan Rumah Zakat untuk menyusun arah pengembangan organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga ekosistem pesisir Jakarta Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Representative Manager Rumah Zakat Jakarta Indrayanto, Environment Empowerment Department Head Rumah Zakat Budi Pratama, PIC Program Desa Lestari Rumah Zakat Catim, Lurah Marunda Viktor, tokoh masyarakat Ajid Durohim, Ketua RW 07 Marunda H. Aman Bogor, para ketua RT, Kelompok Tani Mangrove Marunda, serta pegiat lingkungan.

Baca Lainnya :

Rapat kerja membahas sejumlah agenda strategis, antara lain evaluasi program kerja, penyusunan program 2026, pembahasan AD/ART, pembentukan bidang organisasi, penyusunan kalender kegiatan, hingga penetapan target penanaman mangrove sepanjang 2026. Dalam forum tersebut, peserta secara musyawarah memilih Sukma Wiharja sebagai Ketua Rumah Mangrove Marunda periode 2026--2029. Tokoh masyarakat Ajid Durohim juga dikukuhkan sebagai Pembina Rumah Mangrove Marunda untuk memperkuat pendampingan organisasi dalam menjalankan program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Representative Manager Rumah Zakat Jakarta, Indrayanto, mengatakan penguatan kelembagaan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelestarian lingkungan. "Konservasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar pelestarian mangrove berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir," ujar dia.

Sementara itu, Environment Empowerment Department Head Rumah Zakat, Budi Pratama, menjelaskan bahwa keberadaan organisasi masyarakat yang kuat akan menentukan keberlanjutan program konservasi. "Pelestarian mangrove tidak cukup berhenti pada kegiatan penanaman. Diperlukan kelembagaan yang mampu mengelola kawasan, membangun edukasi lingkungan, mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta memperluas kolaborasi. Kami berharap Rumah Mangrove Marunda dapat menjadi model konservasi pesisir berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah," kata dia.

Ketua Rumah Mangrove Marunda terpilih, Sukma Wiharja, menyatakan kepengurusan baru akan fokus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan pelestarian mangrove semakin berdampak. "Kami ingin menjadikan Rumah Mangrove Marunda sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir melalui aksi konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan," ujar dia.

Menurut Pembina Rumah Mangrove Marunda, Ajid Durohim, mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, menyerap karbon, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merawat kawasan mangrove secara bersama. Melalui penguatan kelembagaan ini, Rumah Zakat berharap Rumah Mangrove Marunda mampu berkembang sebagai pusat pembelajaran konservasi berbasis masyarakat sekaligus memperluas kolaborasi dalam mendukung pelestarian pesisir Jakarta Utara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.kompasiana.com





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment