- Tangis Awang Hidup di Teras Minimarket
- Guardiola Hibur Anak Palestina di Spanyol
- Maroko Siapkan Puluhan Beasiswa
- Rumah Wakaf Kelola Dana Abadi
- RZ Bantu Keluarga Satpam Jatiluhur
- Pemkab Serang Gebrak Zakat Produktif
- Bapanas Siapkan Rp17 T Bantuan Beras
- Dibuka, Beasiswa Bank Mega Syariah
- Ini Dia Dapur MBG Berbasis Wakaf
- Kemenag Sertifikasi 19 Manajer Zakat
Tangis Awang Hidup di Teras Minimarket

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kompas.com
Seorang pria bernama Muhamamad Awang (42) sudah tiga tahun ini tinggal di depan minimarket wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bersama anaknya, Gilang Ramadhan (6). Keadaan ekonomi membuat Awang terpaksa mengajak anaknya tidur di teras minimarket beralaskan tikar.
Ia menceritakan bagaimana akhirnya bisa tidur di minimarket bersama anak lelakinya tersebut. Awalnya seorang driver ojek online (ojol) melihat Buang menggendong anaknya yang masih 3 tahun di pinggir jalan dekat minimarket. Lalu dia ditawari untuk tidur di depan minimarket.
Sebelum tidur di depan minimarket, Awang yang saat itu bekerja sebagai sopir tinggal bersama istri mengontrak rumah di Jakarta. Setelah cerai, dia pindah ke rumah saudaranya di Jakarta. "Pas si Gilang lahir, saya cerai sama bini saya. Itu anak umur 1,5 tahun," kata dia. Sejak itulah, Awang memilih menjadi penjaga parkir sembari mengasuh anaknya yang belum sekolah. Dalam sehari menjadi petugas parkir, ia biasanya mendapatkan Rp 60.000 per hari. "Duitnya ya buat makan, sama paling ya buat jajan si kecil," kata dia sambil berlinang air mata.
Baca Lainnya :
- Senyum Bang Tolib Panen Telur Bebek0
- Harapan Ariyandi Bersama Rumah Singgah0
- Fitriyah Bertahan Melawan Kanker Serviks0
- Baznas Bedah Rumah Mustahik Lansia0
- Zakat Ubah Mustahik Jadi Saudagar Sukses0
Sebagai seorang ayah, ia sangat memiliki tanggungjawab untuk menyekolahkan anaknya. Keterbatasan ekonomi membuat dirinya terpaksa tidur di minimarket bersama anak lelakinya dengan hanya beralaskan tikar. "Saya enggak mau (anak seperti saya nasibnya). Tekad saya, saya mau didik anak saya, saya besarin," tutur dia.
Penghasilannya sebagai juru parkir minimarket yang umumnya sehari mendapat Rp 60.000, hanya cukup untuk makan sehari-hari. "Ya kadang-kadang kalau hari Jumat, kan Jumat berkah gitu, ada yang kasih gitu ya. Yang penting halal buat anak saya," ungkap dia.
Awang tidak dapat menabung untuk menyekolahkan anaknya karena keterbatasan ekonomi. Jangankan untuk sekolah anak, untuk sewa kontrakan atau kos saja berat. "Kalau dipikir-pikir (penghasilan dari parkir) enggak cukup ya, dicukup-cukupin gitu ya," tutur dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.kompas.com

.jpg)









.png)
.png)