- Israel Robohkan Rumah Warga Palestina yang Tewas dalam Bentrokan
- Dibuka, Beasiswa Guru dan Tendik 2026
- Menko PM: Baznas Solusi Pemberdayaan
- RZ Tebar 20 Ribu Liter Air di Indramayu
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah
- RZ Kirim Hotmeals ke Pengungsi Sudan
- BSI Raih Penghargaan untuk Green Zakat
- Palestina, Muhammadiyah Siapkan Program Pemberdayaan
- BAZNAS Majalengka Tebar Beasiswa Stimulan
- MAIWP Malaysia Salur Zakat ke 600 Pengantin Mustahik
28.274 Calhaj Berangkat, Fast Track Meluas

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Haji.go.id
Operasional haji 1447 H/2026 M menuntaskan pekan pertama dengan tren pemberangkatan yang stabil. Hingga 26 April 2026, sebanyak 72 kloter atau 28.274 jemaah calon haji (calhaj) Indonesia telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Salah satu terobosan utama tahun ini ialah optimalisasi layanan fast track (Makkah Route) yang menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah. Melalui layanan tersebut, proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia sehingga jemaah tidak perlu antre saat tiba di Jeddah maupun Madinah.
“Layanan fast track ini secara nyata mempercepat proses kedatangan jemaah di Tanah Suci. Jemaah bisa langsung menuju hotel tanpa harus melalui antrean panjang imigrasi, sehingga lebih nyaman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Baca Lainnya :
- Cuaca Ekstrem, Calhaj Jaga Kesehatan0
- Jemaah Haji RI Tiba di Madinah0
- Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu0
- Kampung Zakat Dekat IKN Jadi Percontohan0
Layanan fast track tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Adisoemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Penambahan Makassar dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan.
Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan transportasi udara melalui Garuda Indonesia dan Saudia Airlines yang berpengalaman dalam penerbangan haji.
“Sejak di embarkasi, kami pastikan jemaah mendapatkan layanan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen, hingga akomodasi dan konsumsi yang memadai agar jemaah siap berangkat dalam kondisi prima,” tambah Maria.
Dari sisi layanan embarkasi, jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan serta menerima dokumen penting seperti paspor, living cost sebesar 750 riyal Arab Saudi, gelang identitas, dan kartu Nusuk. Akomodasi serta konsumsi juga disiapkan guna menjaga kondisi jemaah tetap prima sebelum keberangkatan.
Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah menjaga kesehatan, menyimpan dokumen penting dengan aman, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah haji.
Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung prinsip Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan sebagai bagian dari penguatan layanan inklusif.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.haji.go.id







.png)



.png)
.png)