- Dermawan Nigeria Bantu Ribuan Dhuafa
- Di Gontor Presiden Pekikkan Free Palestine
- Ada Beasiswa Sawit di Subulussalam
- Kemenag Ubah Ukuran Sukses Zakat
- Filantropi Pesantren, Gontor Bentuk LAZ
- Seabad Gontor: Pancajiwa dan Wakaf Nilai
- Studi Luar Negeri, Kemenag Buka PPSL 2026
- Ini Tips Menembus Beasiswa Inggris
- Rabiul Akhir, Perbanyak Pahala Sedekah
- Bagaimana Sedekah Bisa Menolak Bala?
Ada Beasiswa Sawit di Subulussalam

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Peluang memperdalam ilmu di bangku perguruan tinggi kini terbuka lebar bagi puluhan anak muda asal Kota Subulussalam. Sebanyak 40 mahasiswa baru siap menempuh pendidikan tinggi setelah berhasil lolos dalam program beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit tahun ini, Minggu 20 September 2026.
Program pendidikan ini hadir untuk menjawab tantangan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang kian kompleks. Lewat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), para penerima beasiswa dipersiapkan menjadi tenaga terampil yang memegang peranan penting dalam industri sawit nasional di masa depan.
Keberangkatan para mahasiswa ini menjadi angin segar bagi daerah yang menggantungkan sebagian besar perekonomiannya pada sektor perkebunan. Kebutuhan akan tenaga ahli lokal yang paham teknis budidaya hingga manajemen industri sawit makin mendesak demi kelanjutan mata pencaharian warga.
Baca Lainnya :
- Studi Luar Negeri, Kemenag Buka PPSL 20260
- Ini Tips Menembus Beasiswa Inggris0
- Kemdikti Rilis SatuBeasiswa Indonesia0
- Ini Skema Beasiswa Rp 17,7 M di UAD0
- Cara Dapat Bansos dan Beasiswa LPDP0
Dukungan terhadap keberangkatan para generasi muda ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, saat menemui para mahasiswa di Pendopo Wali Kota. Penyiapan kapasitas pemuda dinilai sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi daerah.
"Masa depan anak-anak ini dihantarkan ke gerbang kuliah. Pada dasarnya, saya sangat sepakat tentang pentingnya pengembangan SDM," kata M. Rasyid Bancin.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membuka ruang pendampingan dan dukungan di bidang pendidikan. Langkah ini diambil agar ketimpangan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak di wilayah perkebunan dapat perlahan teratasi.
Para mahasiswa ini diharapkan dapat menuntaskan studi dengan baik dan membawa pulang keahlian baru. Pengetahuan yang mereka peroleh di bangku kuliah menjadi modal utama untuk membenahi dan memajukan sektor perkebunan kelapa sawit di tanah kelahiran mereka.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id










.png)
.png)