- Rp22 M Beasiswa Baznas-MUI untuk Palestina
- Dukung Palestina, MUI: Lawan Genosida
- Prof. Harris Wakaf Tanah Rumah Tahfiz
- Amil BAZNAS Banten Makin Kompeten
- Negara dan Penghimpunan Zakat Wadiah
- Hari Mangrove, RZ Tanam 3.000 Pohon
- Gubsu Salur Zakat untuk Bedah Rumah
- Zakat Pajak Perlu Dialog Lintas Sektor
- Zakat Pengurang Pajak Butuh Dua Solusi
- BWI Cari Solusi Status Wakaf Blangpadang
Amil BAZNAS Banten Makin Kompeten

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Antaranews.com
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan Baznas Strategic Development (BSD) yang diikuti pimpinan Baznas se Provinsi Banten untuk meningkatkan kompetensi para amil zakat, mulai dari pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian, di Asrama Haji Provinsi Banten Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Senin (27/7/2026) .
Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa'adi menjelaskan BSD diselenggarakan pusat pendidikan dan pelatihan Baznas agar mustahik jadi berdaya.
Peningkatan kompetensi amil zakat tersebut, menurut dia, mendorong masyarakat punya kepedulian, punya empati, punya kesadaran untuk melaksanakan kewajiban dalam menunaikan ibadah zakat. "Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berzakat," ujar dia di lokasi kegiatan.
Baca Lainnya :
- Zakat Pajak Perlu Dialog Lintas Sektor0
- Zakat Pengurang Pajak Butuh Dua Solusi0
- Jadi Muzaki, Petani Berzakat Rp16 Juta0
- FOZ: Tiru Malaysia, Zakat Kurangi Pajak0
- Dompet Dhuafa Tampil di Bank Dunia0
Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah meminta pengurus Baznas Provinsi Banten meningkatkan kompetensinya dalam penarikan pengelolaan dan penyaluran zakat sebagai upaya mengentaskan kemiskinan.
Dimyati mengatakan, bagi umat Islam, zakat merupakan rukun Islam yang ketiga. Dimyati yakin umat Islam akan menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat. Namun, masyarakat akan menilai kompetensi pengelola zakat tersebut. "Untuk itu, Baznas harus memiliki strategi dalam pengumpulan dan penyalurannya," ujar dia.
Dimyati berharap, setiap tahun Baznas Provinsi Banten mampu meningkatkan perannya sebagai amil zakat. "Meningkat pengumpulannya, meningkat penyalurannya, meningkat juga manfaat bagi penerimanya," tutur dia.
Ketua Baznas Provinsi Banten Wawan Wahyudin menjelaskan, peserta BSD adalah para pimpinan Baznas se-Provinsi Banten. BSD berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 29 Juli 2026.
Wawan mengatakan, zakat tidak cukup dengan pengumuman dan ajakan. Tapi butuh manajemen. "Pengelola yang berintegritas. Program yang jelas. Sasaran yang tepat. Dan, dampak yang terukur," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.antaranews.com

.jpg)








.png)
.png)