- Memperkuat Kepastian Hukum Asuransi Syariah
- Potensi Green Waqf dalam Filantropi Islam
- Mendorong Zakat Jadi Instrumen Fiskal Negara
- Ini Dia Amalan Berkah Bulan Safar
- ISMI Kembangkan Ekosistem Ekonomi Masjid
- Ariana Grande Bangun Yayasan Filantropi
- Ini Dia Larangan Dalam Wasiat
- SOZECOM, Rujukan Zakat di Nigeria
- Mahasiswa UAD Edukasi Santri Sidikan
- HNW: Setop Genosida di Gaza
Ariana Grande Bangun Yayasan Filantropi

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kompas.com
Penyanyi papan atas Ariana Grande kini meresmikan aksi amal lewat peluncuran Brighter Days Ahead Foundation. Langkah ini memperlihatkan tren baru di lingkaran selebritas global yang makin aktif mengelola sumbangan secara lebih profesional.
Sebelumnya, Ariana Grande kerap memberikan bantuan secara langsung, mulai dari rumah sakit anak di Inggris, komunitas transgender, hingga donasi dari hasil konsernya. Mulai Mei 2026, seluruh program amal tersebut resmi disatukan dalam wadah Brighter Days Ahead Foundation. Fokus utama yayasan ini menyasar isu kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dan pemenuhan hak-hak imigran.
Penasihat filantropi Ariana Grande, Shauna Nep, menjelaskan bahwa pembentukan lembaga ini dipicu oleh penurunan dukungan sosial terhadap isu yang dibela sang artis. "Kita melihat dukungan untuk isu-isu yang dia pedulikan menurun drastis dan serangan meningkat secara agresif," kata Nep, dikutip dari Associated Press (AP), Jumat (24/7/2026).
Baca Lainnya :
- Konser Wali Kejar Donasi Palestina Rp1 M0
- Wali Band Konser Amal Palestina0
- Ustaz Solmed Borong Hewan Kurban0
- Fans Zayn Malik Donasi Palestina0
- Ivan Gunawan Ajak Masyarakat Berzakat lewat BAZNAS0
Bersamaan dengan peresmian tersebut, Grande memakai panggung Eternal Sunshine Tour untuk menghimpun dana serta memperkenalkan beragam organisasi penerima hibah. Nama-nama lembaga lokal akan dipajang sebelum konser dimulai di setiap kota. Para penggemar yang ikut menyumbang berpeluang memenangkan undian tiket konser penutup di London. Menurut Nep, strategi ini disusun agar aksi filantropi menyatu dengan pengalaman para penggemar tanpa mengganggu konser itu sendiri.
Untuk fase awal, seluruh dana hibah murni berasal dari kantong pribadi Grande. Trans Lifeline, lembaga penyedia bantuan krisis bagi komunitas transgender, menjadi salah satu penerimanya. Bantuan yang dikucurkan mencapai 125.000 dollar AS, mencakup dana darurat 75.000 dollar AS pada 2025 dan tambahan 50.000 dollar AS saat peluncuran yayasan di Mei 2026.
Direktur Eksekutif Trans Lifeline, Dante Alviar Horton, menyebutkan bahwa bantuan dari Grande mengaktifkan kembali program hibah mikro 100.000 dollar AS untuk komunitas transgender lewat jaringan organisasi akar rumput. Horton juga menilai kepedulian tokoh terkenal mampu mendongkrak popularitas organisasinya saat kucuran dana untuk isu transgender sedang merosot.
Pakar filantropi dari Indiana University Lilly Family School of Philanthropy, Genevieve Shaker, mengamati bahwa keputusan Grande menggambarkan pergeseran pola filantropi selebritas dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, keberadaan media sosial membuat para artis tidak lagi bergantung pada media konvensional dalam menyuarakan aksi sosial. Mereka sekarang mempunyai sarana komunikasi mandiri untuk menggalang kepedulian masyarakat sekaligus mengumpulkan dana.
Shaker menilai pergeseran ini memperbesar pengaruh publik figur dalam dunia amal. Meski begitu, aksi sosial tetap membutuhkan manajemen yang rapi agar memberikan dampak jangka panjang.
Pandangan serupa disampaikan oleh Chief Executive Officer Elton John AIDS Foundation, Anne Aslett. Menurut dia, rasa empati seorang selebritas merupakan modal awal yang berharga, tetapi tetap memerlukan fondasi organisasi yang solid. "Seniman secara naluriah memahami emosi manusia. Mereka sangat berempati. Tetapi itu saja tidak cukup. Mereka harus memiliki struktur yang baik di bawahnya agar berhasil," ujar Aslett.
Kontributor: Yola
Editor: MAS
Sumber:











.png)
.png)