- RZ Bagikan 8.000 Liter Air di Depok
- BWI Jaring Proyek Wakaf Produktif
- Ini Dia Strategi Menembus Beasiswa
- Baznas Bantu 700 Pesantren Rp17,5 M
- Beasiswa, Lazismu UMY Siapkan Rp720 Juta
- IZI dan GivePlease Malaysia Bidik Digitalisasi
- RB Bagikan Seribu Masker Erupsi
- Kemnaker dan Baznas Perkuat Akses Kerja Mustahik
- RI Siap Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina
- Yogya Panen Melon Wakaf Produktif
Baznas Bantu 700 Pesantren Rp17,5 M

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI menyalukan bantuan sebesar Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026 untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031 yang diarahkan untuk memastikan dana zakat memberikan manfaat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang layak bagi santri.
“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026).
Baca Lainnya :
- IZI dan GivePlease Malaysia Bidik Digitalisasi0
- Kemnaker dan Baznas Perkuat Akses Kerja Mustahik0
- Zakat Tax Credit, MUI Colek Menkeu Baru 0
- Intip Aksi Baznas di MTQ Nasional 20260
- UAE Tuntaskan Bantuan Gaza via Mesir0
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman.
Menag Nasaruddin menilai, kebutuhan pesantren masih sangat besar sehingga diperlukan gotong royong antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat. Menag Nasaruddin berharap program tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data dan informasi pesantren dari Kementerian Agama.
Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan ikhtiar BAZNAS untuk turut serta menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman sehingga proses pembelajaran santri bisa berjalan lebih optimal. Program ini memprioritaskan pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana.
Pesan Menteri Agama
Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengatakan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan pesantren di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menag Nasaruddin dalam peluncuran Program Pesantren Nyaman Belajar 2026 yang diinisiasi BAZNAS dan Kemenag RI, di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Nasaruddin mengatakan, kerja sama Kemenag dan BAZNAS tidak hanya berlangsung secara struktural, tetapi juga secara fungsional melalui program-program yang dapat memberikan dukungan langsung kepada pesantren.
Menurut dia, berbagai kebutuhan pesantren dapat disinergikan dengan program BAZNAS sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih terarah dan memberikan manfaat bagi santri.
“Dengan demikian, insyaallah penyaluran dana-dana umat melalui BAZNAS dapat dipertanggungjawabkan secara konkret dan terukur. Karena itu saya mohon kepada para muzaki, mari menyalurkan bantuannya ke BAZNAS ya, supaya nanti bisa memberikan bantuan kepada para santri-santri kita. Nah kita berharap dengan adanya Dirjen Pondok Pesantren, dengan adanya keberpihakan BAZNAS, maka santri-santri kita itu bisa bernapas," tutur dia.










.png)
.png)