Baznas Resmikan Kampung Zakat Tenun

By Revolusioner 13 Jul 2026, 07:23:09 WIB Nasional
Baznas Resmikan Kampung Zakat Tenun

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Kampung Zakat atau Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Program tersebut dihadirkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha tenun berbasis komunitas.

Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan Program Kampung Zakat merupakan bentuk kolaborasi berbagai pemangku kepentingan guna mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," kata dia.

Baca Lainnya :

Mahdum jelas dia, penguatan ekonomi di Nagari Ampalu diwujudkan melalui implementasi Program Zakat Community Development (ZCD) yang berfokus pada pemberdayaan kelompok perajin tenun.

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Baznas RI, Kementerian Agama RI melalui Program Kampung Zakat, serta Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota dengan total anggaran mencapai Rp638.279.390 untuk 45 penerima manfaat.

"Anggaran program berasal dari kolaborasi Baznas RI sebesar Rp403.630.000 dan Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar Rp234.649.390. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekonomi kreatif masyarakat berbasis potensi lokal," ujar dia.

Mahdum mengatakan secara teknis program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan tambahan mustahik dari Rp576.741 per bulan pada tahun pertama menjadi Rp1.226.074 per bulan pada tahun kedua.

"Dengan demikian, rata-rata pendapatan mustahik yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per bulan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,1 juta pada tahun pertama dan Rp2,7 juta pada tahun kedua," ujar dia.

Selain meningkatkan pendapatan, Mahdum juga menyampaikan kapasitas produksi kelompok tenun diperkirakan mengalami kenaikan. Produksi kain songket ditargetkan meningkat dari 40 lembar menjadi 80 lembar per bulan, sementara produksi kain tenun baju diproyeksikan naik dari 75 lembar menjadi 150 lembar per bulan pada tahun kedua.

"Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, Baznas memberikan bantuan berupa dua pasang alat tenun bukan mesin (ATBM) modifikasi untuk produksi sarung dan selendang, lima unit alat tenun baju, bahan baku tenun, pelatihan pengembangan usaha, serta pembangunan rumah produksi," lanjut dia.

Mahdum tambah dia, program pemberdayaan tersebut akan mendapatkan pendampingan selama tiga tahun agar para penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Dia berharap Program Kampung Zakat di Nagari Ampalu dapat menjadi model pemberdayaan zakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus mendorong terbentuknya komunitas ekonomi yang mandiri di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi peluncuran Program Kampung Zakat yang diinisiasi Baznas RI di Nagari Ampalu, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Menurut dia, Program Kampung Zakat yang dikembangkan Baznas RI sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung keberlanjutan Program Kampung Zakat Baznas sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Kami berharap kolaborasi antara Baznas dan Pemprov Sumbar terus diperkuat melalui berbagai program strategis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata dia.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.baznas.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment