- Baznas Resmikan Kampung Zakat Tenun
- Hj Siti Bangun Rumah Singgah Gratis
- Lazismu Perkuat Ekosistem ZIS dan DSKL
- RZ dan IsDF MUI Perbaiki Gizi Santri
- Insting Bisnis Khadijah yang Bikin Takjub
- Zakat sebagai Pengurang Pajak: Perspektif DSN-MUI untuk Kemaslahatan Bangsa
- CSR Biayai JKN 4.473 Warga Rentan
- Mesir Bela Palestina di Piala Dunia
- Lazismu Tebar Beasiswa ke 127 Pelajar DIY
- BRK Syariah Luncurkan Wakaf CWLD
Hj Siti Bangun Rumah Singgah Gratis

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jatim.tribunnews.com
Sosok Hajah (Hj) Siti Srimulati kembali menjadi perhatian publik setelah keluarganya membangun Jalan Siti Sudar sepanjang 2,5 kilometer dan dua jembatan di Dukuh Grigak, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Tidak hanya membangun akses jalan dan jembatan, perempuan berusia 72 tahun tersebut juga menyiapkan rumah singgah gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat maupun beribadah.
Rumah singgah itu berada di ujung Jalan Siti Sudar yang dibangun menggunakan dana pribadi keluarga Haji Sudar. Bangunan sederhana tersebut terbuka untuk warga sekitar, para petani, hingga pengunjung dari luar daerah yang melintas di kawasan itu.
Baca Lainnya :
- Pengusaha Emas Berzakat ke Baitul Mal0
- PLN dan YBM Santuni Yatim di Gresik0
- Kemenag Salurkan Zakat Rp 26,8 M0
- Donasi Global Turun WNI Tetap Dermawan 0
- UPZ Mataram Jadi Garda Zakat0
Bagi petani yang baru kembali dari ladang maupun tamu yang ingin menikmati panorama perbukitan Grigak, rumah singgah tersebut disediakan sebagai tempat beristirahat dengan fasilitas yang dapat digunakan tanpa biaya.
Saat ditemui di lokasi, Siti Srimulati menjelaskan bahwa bangunan tersebut bukan rumah pribadi sebagaimana yang banyak diperkirakan masyarakat. Semula, lahan tersebut merupakan kebun yang dibelinya beberapa tahun lalu dan sempat digunakan untuk usaha peternakan kambing.
"Ini bukan rumah ya. Jadi saya tidak bikin rumah ceritanya. Ini dulu saya beli bukan rumah, kebun. Terus taruh tempat itu tadi apa? Kambing. Kambing, tapi ternyata kambingnya tidak cocok di sini dan terlalu jauh juga. Dulu kan jalan kaki. Terlalu jauh ya di sini ditinggal. Kira-kira biar aman kan tidak ada yang ambil gitu ya," ujar dia.
Dia menuturkan, usaha peternakan tersebut akhirnya tidak berlanjut setelah kambing-kambing yang dipelihara terserang penyakit. Sebelum seluruh ternaknya mati, hewan-hewan tersebut lebih dulu dijual. "Ternyata ya Tuhan tidak menghendaki itu ya. Kita jual sebelum mati semua," kata dia.
Setelah pembangunan Jalan Siti Sudar rampung, bangunan yang berdiri di atas lahan tersebut kemudian ditata ulang dan dialihfungsikan menjadi rumah singgah yang bisa digunakan masyarakat secara bebas.
Menurut dia, sejak awal bangunan itu memang dipersiapkan untuk kepentingan umum dan bukan sebagai tempat tinggal keluarga. "Ya buat apa ya, buat berteduh aja. Rumah singgah ya, rumah singgah. Kalau ada yang pengen tahu ke sini, duduk di situ kan. Ya bisa salat, numpang di sini ya. Ada airnya kan," ujar dia.
Dia menegaskan seluruh masyarakat dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang tersedia tanpa dikenakan biaya apa pun. "Ya rumah keluarga ya, nggak. Rumah umum ya, iya. Wong di sini pe-ibaratnya kan sedesa keluarga semuanya," kata dia.
Bahkan saat ditanya apakah pengunjung dari luar daerah juga diperbolehkan singgah, Siti Srimulati menjawab dengan ramah bahwa siapa saja dipersilakan datang. "Boleh. Bolehlah, bisa salat dan sudah kita sediakan air di luar sini," kata Hj Siti Srimulati sembari menunjukkan pipa aliran air bersih yang mengalir lancar.
Kehadiran rumah singgah tersebut melengkapi manfaat pembangunan Jalan Siti Sudar yang sebelumnya berhasil membuka akses menuju kawasan pertanian di perbukitan Grigak. Kini para petani tidak hanya lebih mudah mengangkut hasil panen, tetapi juga memiliki tempat untuk beristirahat setelah beraktivitas.
Sebelumnya, keluarga besar H Sudar membangun Jalan Siti Sudar sepanjang sekitar 2.500 meter lengkap dengan dua jembatan permanen menggunakan dana tabungan pribadi. Jalan tersebut diresmikan secara simbolis oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada Sabtu (4/7/2026).
Pembangunan akses baru itu berhasil membuka keterisolasian kawasan pertanian yang selama bertahun-tahun sulit dijangkau kendaraan bermotor. Warga yang sebelumnya harus berjalan kaki atau memutar cukup jauh kini dapat menuju lahan pertanian dengan lebih cepat dan aman.
Bagi Siti Srimulati, seluruh pengorbanan yang dilakukan bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kemudahan bagi masyarakat agar aktivitas ekonomi mereka semakin berkembang.
"Semoga diberikan kemudahan kelancaran bagi semua orang yang ke sini. Saya ingin membantu mereka bahwa naik ke sini maka meningkatlah pendapatannya ya. Karena ini sudah tidak kayak dulu lagi. Jalan mesti susah-susah sekali. Sekarang 10 menit juga sudah nyampe. Bisa bawa hasil bumi," kata dia.
Melalui pembangunan jalan sekaligus penyediaan rumah singgah gratis tersebut, Siti Srimulati berharap masyarakat maupun pengunjung yang datang ke kawasan Grigak dapat merasakan manfaat nyata dari fasilitas yang tersedia, baik untuk berteduh, beribadah, maupun sekadar melepas lelah setelah perjalanan.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.jatim.tribunnews.com

.jpg)








.png)
.png)