- Dana Haji Tembus Rp201 T
- Beasiswa LPDP 2026 Dibuka
- Wakaf Solusi Ketergantungan Bansos
- UMY Ingatkan Dunia Derita Gaza
- Kemenag Salurkan Zakat Rp 26,8 M
- Anak Disabilitas Bontang Terima Bantuan Bulanan
- CSR AXA Bedah Rumah Korban Longsor
- Wali Band Konser Amal Palestina
- MUI: Filantropi Solusi Krisis Global
- Bank Sumut Gelar Khitan Gratis
Kemenag Salurkan Zakat Rp 26,8 M

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jawapos.com
Kementerian Agama menggelontorkan dana zakat dan wakaf senilai Rp 26,8 miliar yang diperuntukkan bagi para penerima manfaat di seluruh provinsi di Indonesia, bertepatan dengan pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026.
Waryono Abdul Ghafur yang menjabat sebagai Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan pengelolaan dana sosial keagamaan kian terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Setiap rupiah yang berasal dari masyarakat, kata dia, wajib dilaporkan secara terbuka dan transparan.
"Publik berhak tahu ke mana aliran dana ini. Tahun ini kami pastikan semua tahapan penyaluran tercatat rapi, sehingga masyarakat bisa menyaksikan sendiri bahwa uang zakat dan wakaf benar-benar dimanfaatkan untuk menopang masa depan anak yatim dan difabel," ujar Waryono, Senin (29/6).
Baca Lainnya :
- Donasi Global Turun WNI Tetap Dermawan 0
- UPZ Mataram Jadi Garda Zakat0
- Chaidir Gerakkan Donasi Buku0
- RZ Sumbang Alat Sekolah untuk Anak Nelayan0
- Zakat ASN Gunungkidul Tembus Rp1,62 M0
Dia memerinci, dari total anggaran tersebut, Rp 11,8 miliar disalurkan sebagai uang tunai guna mencukupi keperluan pokok para penerima. Lalu, Rp 5,4 miliar digunakan untuk membagikan paket bahan pokok serta alat-alat sekolah.
Sementara sisa anggaran dialokasikan buat program-program pemberdayaan, antara lain bantuan modal usaha lewat Barokah Market, peningkatan kapasitas lewat pelatihan, serta pemberian beasiswa pendidikan yang menjangkau semua provinsi.
Waryono menambahkan, skema penyaluran ini menjadi bagian dari upaya perbaikan tata kelola filantropi Islam yang sekarang lebih mengutamakan pemberdayaan jangka panjang, ketimbang sekadar bantuan sekali pakai. "Anak-anak binaan ini harus punya modal agar kelak bisa mandiri," jelas dia.
Rangkaian pemberdayaan itu juga dihadirkan lewat lima zona festival dalam acara tersebut, yaitu Zona Tumbuh sebagai area belajar interaktif, Zona Berdaya guna mengasah keterampilan, Barokah Market yang memamerkan produk buatan anak asuh, Zona Ekspresi untuk saluran seni, serta Zona Cahaya yang menggelar lelang atas karya-karya terbaik peserta.
Menurut Waryono, setiap zona dibuat untuk menunjang proses pemberdayaan secara berkesinambungan, mulai dari peningkatan kemampuan hingga pembukaan akses ke peluang ekonomi berbasis kreativitas. "Barokah Market menjadi bukti nyata bahwa hasil karya anak yatim dan difabel memiliki nilai ekonomi yang patut diapresiasi, bukan hanya dari sisi emosional," ujar dia.
Suksesnya penyaluran dana ini turut didorong oleh kerja sama dengan lebih dari 31 mitra, seperti BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), bank syariah, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). Kolaborasi ini diperkuat melalui jejaring 34 Kantor Wilayah Kemenag Provinsi dan 509 Kantor Kemenag Kabupaten/Kota di tanah air.
Ke depan, Waryono berharap sistem pelaporan yang transparan tetap dipertahankan agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat dan wakaf terus meningkat. "Yang kami kejar bukan sekadar meriahnya acara, melainkan sistem akuntabel yang membuat orang tak ragu berbagi di bulan Muharam ini," ujar dia.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.jawapos.com










.png)
.png)