Zakat ASN Gunungkidul Tembus Rp1,62 M

By Revolusioner 01 Mei 2026, 10:29:52 WIB Muzaki
Zakat ASN Gunungkidul Tembus Rp1,62 M

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI


Zakat terus menunjukkan peran penting sebagai instrumen pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Sepanjang triwulan I 2026, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp1,62 miliar, dengan sumbangan terbesar berasal dari aparatur sipil negara (ASN).

Besarnya partisipasi ASN menandakan meningkatnya kesadaran pegawai pemerintah daerah dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Dana yang terkumpul selanjutnya dikelola dan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul, Mamad Solihin, mengatakan zakat profesi ASN masih menjadi penopang utama penghimpunan dana ZIS di daerah tersebut. Karena itu, pihaknya terus menjaga transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana. “Kontribusi ASN sangat besar. Dana yang dihimpun dari para pegawai ini kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanfaatan,” ujar Mamad, Kamis (30/4/2026).

Baca Lainnya :

Berdasarkan laporan triwulan I 2026, dari total Rp1,62 miliar yang terhimpun, sebesar Rp1,14 miliar berasal dari zakat ASN Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan pegawai di lingkungan BUMD. Adapun sisanya berasal dari infak masyarakat umum, zakat perorangan, serta sumber penghimpunan lainnya.

Sementara itu, penyaluran dana selama Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp978,7 juta. Dana tersebut diberikan kepada kelompok mustahik sesuai ketentuan syariah, antara lain fakir, miskin, gharim, ibnu sabil, sabilillah, serta kebutuhan operasional amil.

Ketua Baznas Gunungkidul, Mustangid, menjelaskan penerima manfaat terbesar berasal dari masyarakat miskin dengan jumlah mencapai 5.459 orang. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada 620 penerima program sosial keagamaan, tujuh fakir, dan kelompok lain yang tersebar di seluruh kapanewon. “Ini menunjukkan zakat ASN benar-benar dirasakan masyarakat. Semakin tinggi partisipasi muzaki, maka manfaat yang diterima warga juga semakin luas,” kata Mustangid.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa santunan tunai. Dana zakat juga dimanfaatkan untuk beasiswa siswa kurang mampu, bantuan biaya pengobatan, renovasi rumah tidak layak huni, modal usaha mikro, hingga bantuan korban musibah dan kebutuhan mendesak lainnya.

Baznas juga terus mendorong program pemberdayaan agar para penerima manfaat tidak selalu bergantung pada bantuan. Melalui dukungan modal usaha dan pendampingan, masyarakat diharapkan mampu mandiri secara ekonomi.

Ke depan, Baznas berharap partisipasi ASN maupun masyarakat umum dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi terus meningkat. Potensi zakat di Gunungkidul dinilai masih besar dan dapat menjadi instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan warga. “Semangat gotong royong melalui zakat harus terus dijaga. Dari ASN untuk masyarakat, dan manfaatnya kembali dirasakan warga Gunungkidul,” tandas Mustangid.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.gunungkidul.sorot.co




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment