Kemenag Siapkan 5 Program Ziswaf

By Revolusioner 15 Jun 2026, 09:31:27 WIB Nasional
Kemenag Siapkan 5 Program Ziswaf

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jatim.antaranews.com


Kementerian Agama menyiapkan lima program strategis pada 2026 untuk membangun ekosistem pemberdayaan umat yang lebih terintegrasi. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, hingga optimalisasi aset wakaf produktif.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghafur, mengatakan lima program itu meliputi pengembangan 1.000 Kampung Zakat, 1.000 titik Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA, 300 penerima Beasiswa Zakat Indonesia, 24 Kota Wakaf, dan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif.

“Kami ingin membangun model pemberdayaan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Waryono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Baca Lainnya :

Menurut dia, Program Kampung Zakat akan diperluas hingga mencapai 1.000 lokasi sebagai pusat pemberdayaan berbasis komunitas di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta kantong-kantong kemiskinan.

Program tersebut memadukan layanan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pembinaan keagamaan dalam satu kawasan pemberdayaan.

Selain itu, program pemberdayaan ekonomi umat berbasis KUA akan dikembangkan di 1.000 titik. Melalui program tersebut, KUA tidak hanya berperan sebagai pusat layanan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang inkubasi usaha bagi mustahik dan pelaku usaha mikro melalui pendampingan berkelanjutan.

Pada sektor pendidikan, Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat menargetkan 300 penerima manfaat Beasiswa Zakat Indonesia pada 2026. Program beasiswa penuh tersebut diperuntukkan bagi mustahik yang memiliki potensi akademik untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Di sektor perwakafan, Kementerian Agama menargetkan pengembangan 24 Kota Wakaf untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif di wilayah perkotaan.

Program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf agar dapat menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

“Kementerian Agama juga akan mengembangkan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif guna mendorong aset wakaf menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Waryono mengatakan keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Kementerian Agama terus memperkuat sinergi dengan Baznas, lembaga amil zakat, nazir wakaf, pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung agenda pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan yang tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Melalui lima program strategis tersebut, Kementerian Agama berharap lahir lebih banyak masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya, sehingga zakat dan wakaf dapat semakin dirasakan manfaatnya dalam pembangunan bangsa,” kata dia.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.jatim.antaranews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment