Kemenag Siapkan 300 Beasiswa Zakat

By Revolusioner 15 Jun 2026, 10:21:25 WIB Nasional
Kemenag Siapkan 300 Beasiswa Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nu.or.id


Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai lembaga zakat meningkatkan jumlah penerima beasiswa zakat pada 2026 menjadi 300 mahasiswa. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga fakir miskin yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa beasiswa zakat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut juga memastikan potensi zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, tetapi turut diarahkan pada pemberdayaan jangka panjang melalui pendidikan.

“Beasiswa zakat yang bersama-sama lembaga zakat, Baznas/Lembaga Zakat itu adalah beasiswa untuk fakir miskin dan sedikit sabilillah,” ujar dia dalam acara Aksi Zakat dan Wakaf untuk Membangun Kemandirian Umat di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Baca Lainnya :

“Prosesnya itu untuk mahasiswa fakir miskin yang sudah mendapat LoA atau sudah diterima di perguruan tinggi yang dia pilih. Sehingga kami tahu UKT-nya berapa, dia berasal dari mana, dan ini tentu saja bekerja sama dengan perguruan tinggi,” sambung dia.

Menurut Waryono, pada tahun sebelumnya program tersebut melibatkan kerja sama dengan 10 PTKIN dan 11 perguruan tinggi negeri, di antaranya UGM, ITB, dan IPB. PTKIN yang terlibat tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

Dia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu sebanyak 153 mahasiswa menerima manfaat beasiswa zakat dengan total anggaran mencapai Rp3,8 miliar. Sementara itu, pada tahun ini jumlah penerima ditargetkan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 300 mahasiswa, sehingga kebutuhan anggaran diperkirakan ikut bertambah.

Waryono menjabarkan bahwa fasilitas beasiswa tersebut mencakup biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan transportasi saat awal masuk perguruan tinggi dan ketika kembali ke daerah asal, fasilitas laptop, serta bantuan bulanan. Program itu diberikan secara penuh sejak semester pertama hingga semester delapan.

Dia menyampaikan bahwa para penerima beasiswa tidak hanya berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang baik selama menempuh pendidikan.

“Mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa ini semuanya berprestasi dan berasal dari keluarga miskin, jadi ini meringankan pembiayaan orang tuanya,” ujar dia.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.nu.or.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment